TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

Penemuan Karya Indonesia Untuk Dunia

Quote: Welcome To Jal an Kusam THREAD


Mari Mulai Sekarang Bangga Jadi Orang Indonesia



Spoiler for No Repsol


Quote: Quote: Kita seringkali merasa pesimis dengan kondisi bangsa yang seakan-akan penuh dengan kepentingan dan sandiwara, baik dalam bentuk sinetron maupun debat politik di televisi. Kebanyakan berita pun menimbulkan tendensi negatif yang seakan-akan mengubur rasa optimisme terhadap kemajuan bangsa. Tindak kriminal semacam Pencurian emas di pusat pebelanjaan, pemerkosaan abg dibawah unur, pembunuhan sadis, dan Perampokan Mobil jenis Lexus NX. Seperti itukah gambaran keseluruhan bangsa kita gan? Tidak adakah hal positif yang dapat diangkat dari bangsa ini



Sejatinya, Indonesia tidak akan pernah kehabisan kecerdasan sumber daya manusianya. Itulah faktanya. Meskipun belum tentu minum obat masuk angin cair yang terstandardisasi, mereka dan temuannya adalah bukti nyata sumbangsih bangsa Indonesia untuk kelanjutan peradaban dunia khususnya pada bidang teknologi. Mereka dan temuannya hanya perlu 'ditemukan', diberikan 'panggung' untuk memperlihatkan hasil temuan mereka. Kita Patut bangga gan sama penemu penemu hebat ini

Banyak ilmuwan Indonesia yang saat ini menuntut ilmu dan berkarir di berbagai negara di belahan dunia. Mereka cenderung lebih memilih untuk menjalani kehidupan dengan profesi mereka saat ini sebagai ilmuwan. Beragam alasan mereka untuk tidak kembali ke tanah air, salah satunya adalah peran dan keahlian ilmuwan sangat dihargai disana



Selain itu kurangnya kesadaran perusahaan di Indonesia untuk berkolaborasi dengan universitas atau lembaga penelitian untuk menunjang riset mereka. Hebatnya di negara lain juga menyediakan dana riset besar, akses buku dan jurnal penting, serta fasilitas riset yang kondusif untuk inovasi riset dan teknologi. Semoga Indonesia bisa belajar menghargai peran seorang ilmuwan seperti halnya negara lain menghargai kecerdasan ilmuwan sekalipun mereka bukan warganegaranya.

Spoiler

 for Penemuan Teknologi 4G (Khoirul Anwar)




Teknologi komunikasi semakin mengalami kemajuan berarti. Salah satunya ialah teknologi 4G yang menawarkan sensasi kecepatan koneksi lebih baik daripada 'sekedar' 3G apalagi Edge yang kini terasa begitu kuno. Namun, siapakah penemunya?

Dialah Khoirul Anwar. Sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Khoirul Anwar adalah alumni Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung dengan predikat cum laude pada tahun 2000. Tidak hanya menemukan teknologi 4G, ia juga sekaligus merupakan pemilik hak paten teknologi komunikasi terdepan itu.

Lulus dari ITB, Khorul melanjutkan pendidikannya di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005. Setahun kemudian, penghargaan bertajuk "IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS)" diraihnya di California. Tiga tahun setelah menamatkan studi pascasarjananya, pria ini meraih gelar doktornya pada almamater yang sama, NAIST.

Masih dari ulasan Bisnis.com, penemuan teknologi 4G berbasis OFDM diawalinya dari ide mengurangi daya transmisi yang berguna untuk meningkatkan kecepatan transmisi data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya). Hasilnya, kecepatan transmisi jadi meningkat.

Pada paten keduanya, Khoirul Anwar kembali membuat dunia kagum. Kali ini adalah menghapus sama sekaliguard interval/GI. Tentu saja hal ini malah membuat frekuensi yang berbeda akan bertabrakan alih-alih menambah kecepatan. Namun, anak Indonesia asal

Kediri mengompensasi risiko tersebut dengan mengembangkan algoritma khusus di laboratorium. Hasilnya interferensi tersebut dapat diatasi dengan unjuk kerja yang sama seperti sistem biasa yang menggunakan GI.

Asisten Profesor di Japan Advance Institute of Science and Technologi (JAIST) School of Information Science ini terus mengasah kemampuannya. Meski berprestasi cemerlang di Jepang, Khoirul Anwar masih menyimpan keinginan untuk kembali ke Indonesia jika telah menjadi salah satu tokoh terkemuka di bidang telekomunikasi.



Spoiler

 for Penemu Radar 3 Dimensi (Josaphat Tetuko Sri Sumantyo)



Dengan totalitas dan dedikasinya di bidang antena, sensor, dan radar, membuat Josh meraih berbagai penghargaan dari Chiba University, antara lain dari Nanohana Venture Competition Award, Nanohana Competition Award hingga Chiba University President Award. Josh juga pernah meraih penghargaan The Society of Instrument and Control Engineers (SICE) Remote Sensing Division Award.

Anggota dari Society of Instrument and Control Engineers (SICE) sendiri adalah lembaga-lembaga besar seperti JAXA (lembaga antariksa Jepang), NICT (Institut Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Jepang), NIES (Institut Nasional Studi Lingkungan), ISAS (Institut Ilmu Pengetahuan Antariksa dan Astronotikal), universitas-universitas, serta perusahaan-perusahaan besar perlengkapan antariksa Jepang mulai dari Mitsubishi, Toshiba, dan NEC.

Ratusan paten milik Josh tersebar di 118 negara di dunia. Karya Josh di masa depan akan diaplikasikan di bidang telekomunikasi, transportasi, penginderaan jarak jauh, kesehatan maupun militer. 1200 unit Radar cuaca buatan Josh akan digunakan oleh perusahaan Jepang Weathernews Corporation untuk mengirimkan informasi prediksi cuaca 3 Dimensi. Informasi ini nantinya juga digunakan untuk navigasi pesawat, kapal (alat transportasi massa) dengan lebih akurat. Josh juga membuat radar anti bajak laut bagi kapal-kapal skala besar Jepang, maupun radar-radar untuk mobil yang melewati daerah bersalju.

Riset Josh yang sangat bermanfaat dengan kebutuhan Indonesia antara lain di bidang pemantauan pergerakan lempeng serta pemantauan musibah dan manajemen bencana berbasis penginderaan jarak jauh. Riset ini dapat digunakan memonitor pergerakan permukaan bumi dengan akurasi milimeter, memonitor pergeseran permukaan bumi sebelum tanah longsor terjadi, atau pergerakan sesar atau patahan.

Namun sayangnya, bukan Indonesia yang memanfaatkan riset Josh, justru negeri Jiran lah yang menikmati hasil penelitian ini. Riset ini kemudian menjadi salah satu bantuan teknologi pemerintah Jepang kepada pemerintah Malaysia untuk memetakan daerah-daerah rawan tanah longsor di Semanjung Malaysia yang proyeknya akan dilaksanakan selama tahun 2011-2016, melalui program Official Development Assistance (ODA).



Spoiler

 for Teori 'krack' pada Pesawat (BJ Habibie)




Apabila pernah menonton film Habibie & Ainun, Anda tentu teringat satu hal menarik dalam salah satu adegannya. Dalam film yang dibintangi oleh Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari tersebut, terdapat satu adegan dimana Ainun (diperankan oleh Bunga) memegang potongan artikel tentang Habibie sebagai penemu teori keretakan pesawat. Teori itulah yang membuat Habibie dikenal sebagai "Mr.krack".

Habibie dikenal sebagai Mr.krack karena keahliannya menghitung krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang. Dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi kedirgantaraan, kemudian mengenal hal ini sebagai Teori Habibie, Faktor Habibie, atau Fungsi Habibie.
Sebelum titik krack bisa dideteksi secara dini, para insinyur mengantisipasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (Safety Factor/SF). Caranya ialah dengan meningkatkan kekuatan bahan konstruksi pesawat, yaitu baja, jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya.

Peningkatan kekuatan material konstruksi tentu menimbulkan konsekuensi berupa massa pesawat yang lebih berat. Kekurangan ini disiasati dengan penggunaan campuran aluminium dengan baja sebagai material utama pesawat. Sifat aluminium yang ringan dan baja yang kuat dipercaya merupakan solusi atas konstruksi pesawat yang kuat namun tetap ringan.

Setelah titik krack bisa dihitung, derajat SF bisa diturunkan. Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan. Dalam fuselage (tubuh pesawat) dan sayap pesawat, porsi baja semakin dikurangi. Sebaliknya, penggunaan aluminium makin dominan. Dalam dunia kedirgantaraan, terobosan ini dikenal dengan sebutan Faktor Habibie.

Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10 persen dari bobot sebelumnya. Bahkan, angka penurunan ini bisa mencapai 25 persen setelah Habibie menyusupkan material berupa karbon komposit ke dalam fuselage.

Namun pengurangan berat ini tak membuat maximum take off weight (total bobot pesawat ditambah penumpang dan bahan bakar) ikut merosot. Dengan begitu, secara umum daya angkut pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh.

Faktor Habibie ternyata juga punya peran dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian dari kerangka pesawat. Dengan perhitungan titik krack yang akurat, teknologi sambungan antara fuselage yang berbentuk silinder dan sisi sayap yang berbentuk oval dapat terus dikembangkan mampu menahan tekanan udara saat pesawat take off (lepas landas). Begitu juga pada titik sambungan antara badan pesawat dan landing gear menjadi jauh lebih kokoh sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat (landing).
Tidak hanya dalam dunia kedirgantaraan, peran Habibie juga terlacak pada perekonomian Indonesia. Pada ekonomi makro, dikenal Habibienomics.

Habibienomics adalah gagasan Habibie mengenai pemberian nilai tambah ekonomi tinggi pada setiap produksi barang dan jasa melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Inti dari Habibienomics adalah industrialisasi dengan cara melibatkan negara secara aktif dalam penguasaan teknologi sebagai motor penggerak pembangunan.

Dengan peran vitalnya pada bidang kedirgantaraan dan perekonomian, tidak salah bila Habibie dianggap sebagai legenda hidup cendekiawan Indonesia. Cerdas, visioner, dan tangguh adalah sifat-sifatnya yang perlu bangsa Indonesia tiru.



Spoiler

 for Penemuan Kapal Ikan Bersirip (Alexander Kawilarang)



Bila melihat gambar di atas, mungkin orang-orang yang belum akrab dengan perkembangan dunia maritim akan terheran-heran. Benda apakah ini?

Kenyataannya, ini adalah kapal ikan. Bentuknya yang terkesan futuristik merupakan hasil penemuan Alexander Kawilarang. Ya, peraih gelar doktor dari The Graduate School of Marine Science and Engineering Nagasaki University, Jepang (1993), ini adalah penemu teknologi kapal ikan bersirip. Temuannya ini sudah dipatenkan di Jepang.

Pria kelahiran Desa Kinilou, Tomohon, 13 Juni 1958, ini terilhami oleh ikan terbang antoni dalam menemukan teknologi perkapalan tersebut. Ikan tersebut dapat terbang jauh layaknya pesawat udara yang melayang rendah di atas permukaan air laut.

Pria bernama lengkap Prof. Dr. Ir. Alex Kawilarang Warouw Masengi, MSc kemudian mengamati bentuk tubuh dan sirip ikan terbang antoni (torani). Ketika melayang di atas permukaan air laut, tubuhnya terangkat melalui pergerakan sirip yang relatif panjang dan dorongan pergerakan tubuhnya sendiri.

Pakar teknik perkapalan perikanan ini berkesimpulan bahwa ikan antoni memiliki bentuk tubuh yang relatif unik, mulai dari kepala, badannya yang relatif montok, pergelangan ekornya serta seluruh siripnya. Bentuk tubuh dan sifat-sifat khas ikan antoni itulah yang kemudian ia terapkan ke dalam desain badan kapal ikan, berikut pemasangan sirip pada bagian lambung kapal. Hasilnya, tingkat kestabilan kapal ikan relatif menjadi lebih tinggi apabila dibandingkan dengan jenis kapal ikan konvensional.



Spoiler

 for Teknik kromatografi tercepat di dunia (Prof. Dr. Rahmiana Zein)


Prof. Dr. Rahmiana Zein adalah seorang pengajar dan pakar ilmu kimia Indonesia. Ia merupakan penemu teknik kromatografi tercepat di dunia. Kromatografi adalah teknik pemisahan senyawa kimia memanfaatkan interaksi antara pelarut, sampel yang akan dipisahkan, fase diam (stationary phase) dan fase bergerak (mobile phase).
Di bawah bimbingan Profesor Toyohide Takeuchi di Universitas Gipu, Jepang, pada tahun 1998, Prof. Dr. Rahmiana Zein, yang saat itu sedang melakukan penelitian untuk disertasi doktor bidang kimia menemukan teknik kromatografi tercepat di dunia. Jika sebelum ini peneliti membutuhkan waktu antara 1.000 dan 100 menit untuk membedah senyawa kimia, teknik yang digunakan Rahmiana Zein mampu mendiagnosis senyawa kimia dalam waktu kurang dari 10 menit.

Ia menjabat sebagai Kepala Laboratorium Kimia Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat.

Rahmiana Zein yang merupakan adik kandung dari Kivlan Zein, seorang tokoh militer ini menikah dengan Prof. Dr. Edison Munaf, yang menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan (ATDIKBUD) di KBRI Tokyo, Jepang, dan juga pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor II Universitas Andalas



Mampir Di Thread Jal an Kusam Lainnya


Quote: Biar Semangat Nyari Jodohnya, Pelecut Foto Foto Pra Wedding Asik...

Video Keren Pertarungan Mobil Mobil Cadas dan Tercepat Di Dunia

Penting Buat Penguna Mobil Matic, Hati Hati

Menimati Kesendirian mu dengan travelling Asik, Seru dan Bermanfaat





SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi