TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

Ajaib! Papua Punya Batu yang Melawan Gravitasi

Welcome to my Thread


Timika - Masih banyak fenomena alam yang belum traveler ketahui di Papua. Salah satunya yang bikin takjub dan buat geleng-geleng kepala, adalah batu yang melawan gravitasi di dekat Puncak Carstensz.

Batu tersebut ada Puncak Gunung Somatua yang punya ketinggian 4.700 mdpl. Tak perlu capek-capek mendakinya, karena batunya sudah terlihat jelas dengan mata telanjang ketika detikTravel berada di New Zealand Pass. Trek yang dilalui saat menuju ke Bascamp Danau-danau.

"Lho, batunya kok seperti itu ya, kayak mau jatuh tapi seimbang begitu. Aneh," ujar salah satu pendaki yang ikut Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015, Bambang Suprayogi kepada saya ketika sedang berjalan di New Zealand Pass, Rabu kemarin.

Saya langsung layangkan pandangan ke batu yang dia maksud. Ya Tuhan, batunya terlihat sangat unik. Batunya terlihat miring, seperti akan jatuh namun seimbang. Anehnya lagi, kalau dihitung ada di ketinggian 4.000 mdpl lebih.

Saya pandangi dan perhatikan, sekaligus terus memotretnya. Tapi sayang, saya tidak bisa lama-lama karena harus menuju ke Basecamp Danau-danau. Apalagi, tinggal saya dan Bambang yang tertinggal jauh ke belakang.

Maximus Tipagau, selaku masyarakat asli Papua dan penanggung jawab Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015 lantas memberitahu saya ketika ekspedisi sudah selesai dan kembali ke Jakarta. Menurutnya, itulah fenomena alam yang unik di sekitar Puncak Carstensz.

"Di sekitar Puncak Carstensz, banyak fenomena alam yang unik. Batu yang kamu lihat, itu baru satu saja. Batu itu memang sudah ada sejak dari dulu dan terbentuk secara alami," katanya.

Saya pun teringat, dulu pernah membuat artikel mengenai batu Krishna di India. Suatu fenomena alam yang pemandangannya sama, yakni batunya seolah melawan gravitasi.

Menurut Maximus, batu unik yang lokasinya tak jauh dari Puncak Carstensz itu jarang didatangi oleh manusia. Sebab, medan pendakiannya sangat berat karena banyak celah di tebing dan kemiringannya 90 derajat.

"Mungkin menarik kalau kita buat ekspedisi ke sana lagi ya," katanya mengajak saya.




Jika berkenan gan
Jangan di bata ya gan
Agan merasa puas



http://travel.detik.com/read/2015/09/18/160835/3022832/1519/ajaib-papua-punya-batu-yang-melawan-gravitasi?mpitravel


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi