TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

Agan Pernah Bermain Permainan Ini? Berarti Agan Pernah Tinggal Di Desa



Masa kecil adalah masa yang tidak akan terlupakan, dan pastinya semuanya pernah merasakan masa kecil itu dengan berbagai macam fenomenanya, berbagai macam mainannya dan segala keunikan masa kecil lainnya.

Memang sih, tidak akan sama antara satu anak dengan anak lainnya dalam bermain terutama jika berbeda tempat tinggal dan daerah, satu permainan bisa dimainkan di satu tempat tapi mungkin tidak ada di tempat lain.

Mohon maaf apabila thread ini dibuat untuk event The Inventor akan tetapi mungkin kurang sesuai dengan tema, di sini TS hanya ingin mengenang kembali permainan masa kecil yang mungkin tidak semua kaskuser di sini memainkannya. Dan apa yang TS sebutkan di sini pernah TS mainkan semuanya sebagai bagian masa kecil TS

Dan, ini lah permainan-permainan anak pedesaan yang pernah TS lakukan.

Quote: Quote: 1. Bermain di halaman rumah



Bermain di halaman rumah dengan bermacam permainan yang ada saat itu, di antaranya
- Bermain gobak sodor, dengan cara dimainkan oleh dua tim yang berbeda satu tim berjaga, dan satu tim mencoba cari celah untuk lolos sampai kembali di start
- Bermain gaprakan atau melempar batu ke batu yang di susun sedemikian rupa di depan kita dari jarak tertentu,
- Bermain kelereng, sudah paham pastinya
- Bermain petak umpet, yan gini juga sudah dimengerti cara mainnya
dan banyak permainan lain yang bisa dimainkan di halaman rumah.


Quote: Quote: 2. Bermain di sawah



Sebagai orang yang lahir dan besar di desa. dengan segala kekurangan dan kelebihannya, bermain lumpur di sawah mungkin itu biasa. Jika anak-anak di kota sudah bermain nintendo atau game sejenis, maka dulu waktu tren mainan itu, kami masih mainan lumpur di sawah. anggaplah orang tua ane memang gak mampu beli, kalaupun mampu beli juga aneh rasanya, karena gak ada sarana buat memainkannya mungkin alasan itu yang menjadikan orang tua di desa tidak membelikan mainan itu.

Di sawah atau kebun kadang yang kami lakukan adalah mencari kelelawar di pohon pisang, kelelawar kecil ya bukan kelelawar jenis kalong yang besar itu, kalau dapat dibawa pulang, gak tau diapain kemudian dilepas begitu saja , kadang mencari gangsir sejenis serangga tanah mirip jangkrik tapi agak besar, kalau dapat dikurung di kurungan dan senang dengan bunyinya. "thiiiir".

Kadang mencari capung dengan cara galah di beri lidi dan diberi pelekat sarang laba-laba ditempelkan ke capung yang sedang hinggap di dahan kering, dikumpulkan dan akhirnya cuma mati tidak tau mau diapain lagi.


Quote: Quote: 3. bermain di kali



Kali atau sungai di tempat ane jernih gan, sampai sekarang lho dari atas permukaan air sedalam apapun akan terlihat dasar sungainya.
Di kali biasanya mencari ikan, mencari udang di balik batu (beneran lho udang itu memang sembunyinya di balik batu, makanya dibuat anekdot ada udang di balik batu )

Kadang juga berlatih berkebun sayuran jembak (namanya apa ya di tempat lain, yang pasti masih ada yang jual tuh di Bekasi sekarang ini, namanya juga jembak ) dengan cara bikin petak-petak kecil yang penuh pasir dan dialiri air, kemudian potongan jembak ditanam di sana, tak lebih dari dua minggu akan bisa dipanen, kecuali kena banjir, akan hilang semuanya tanpa bekas

Pulang dari kali pun tak pernah tangan kosong, pasti ada aja yang dibawa, kalau tidak ikan, udang atau sayuran hasil bertanam, pasti pulang dengan bawa batu kali, lumayanlah buat cicil bikin pondasi rumah, entah kapan terkumpulnya, karena yang dibawa cuma ukuran batu kecil


Quote: Quote: 4. bermain ke hutan jati



Nah, ini yang paling menegangkan tapi juga menyenangkan, yaitu masuk ke hutan jati untuk berburu kalajengking. beneran kalajengking lho
dengan cara dipancing dengan lidi, kemudian kalau berhasil ketangkep dimasukkan ke dalam plastik atau toples yang sudah disiapkan dari rumah.

Kurang lebih caranya seperti yang ada di video berikut ini,

0.jpg


Kalajengking itu semakin tua umurnya semakin hitam warnanya dan gerakannya agresif, kalau warnanya masih agak memerah itu artinya kalajengking itu masih muda.

Karena tidak tau kalajengking ini setelah sampai rumah mau diapain, dijual gak tau tempat jual belinya, dipelihara gak tau dia makannya apa, akhirnya karena masih anak-anak, kalajengking itu diadu dengan kepiting yang diambil dari kali.

Dengan di adu seperti ini,

0.jpg


Seru loh keduanya punya capit dan badannya sama keras, cuma kalajengking punya bisa di ekornya, kepiting tidak. dan biasanya yang menang gak ada, karena kedua akan kelelahan dan akhirnya mati keduanya

Dan Alhamdulillah belum pernah kena capit atau kena sengatan racun kalajengking

Quote: Quote: 5. Bermain ke bukit atau jurang curam



Ini juga permainan ekstrim, tanpa pengaman dan tanpa pengawasan orang tua. salah-salah bisa terpeleset dan masuk jurang. tapi Alhamdulillah di antara kami belum pernah ada yang jatuh.

Biasanya kami bermain ke bukit-bukit atau jurang di pinggir kali untuk mencari tanaman yang bisa di bonsai. Kenapa cari di tebing seperti itu? Alasannya adalah karena pohon yang akan dibonsai yang didapat dari sana tidak semua orang punya, atau pohon langka dan unik.

Karena saat itu juga sudah marak tentang tanaman bonsai, tanaman yang dikerdilkan. biasanya kami cari pohon beringin atau pohon kuat lain yang bisa dibonsai yang tumbuhnya di pinggir-pinggir jurang. bisa seharin cari beginian, karena kadang susah juga mencari dan mendapatkannya. kadang seharian tidak ada hasil tapi seringnya dapat sih hasil walaupun satu

Sekali lagi, bonsai-bonsai yang kami dapat cuma sekedar buat koleksi, bukan untuk dijual belikan, kalaupun dijual belikan hanya untuk warga setempat saja.


Beberapa permainan di atas adalah pengalaman masa kecil kami yang sangat membahagiakan, akan kami ingat sampai kapanpun.
Sebagai anak yang tumbuh berkembang di pedesaan kami tidak mengenal permainan nintendo, tamagochi atau permainan yang dimainkan di layar televisi atau komputer. paling agak modern cuma gimbot, itupun jarang yang punya dan seringkali malah dilupakan untuk bermain yang lain. dan TS juga gak pernah punya dan dilarang bermain itu.

Ane ingat, punya televisi saja saat akhir tahun 1994, bersamaan dengan masuknya jaringan listrik PLN yang baru dipasang tahun itu juga, ane ingat orang tua punya televisi saat launching Indosiar.

Itulah sekelumit cerita hidup di desa di tahun 90-an, di pegunungan lagi, tapi ane bangga sebagai bagian dari sana, lahir dan besar di desa dengan segala keunikan, kelebihan dan kekurangannya.

Sekian. Semoga bermanfaat


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi