TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

[Share] Bisnis Yang Menguntungkan di Kala Rupiah Merosot dan IHSG Ambruk

Teman-teman kaskuser, ane nubi mau urun rembug biar kita masih bisa bertahan di kala ekonomi kita tidak stabil karena Rupiah dan IHSG yang rontok sesuai dengan ajakan presiden kita dengan jargon Ayoo Kerja..Kerja..Kerja



Saya coba share saja kondisi kekinian Indonesia dimari ya terutama terhadap sektor usaha kita

Quote: Dampak Rupiah Melemah, Bisnis Agen Perjalanan Sepi
Lani Pujiastuti - detikfinance
Senin, 24/08/2015 16:10 WIB
Dampak Rupiah Melemah, Bisnis Agen Perjalanan Sepi
Jakarta -Nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah hari ini sempat tembus Rp 14.000. Salah satu bisnis yang terkena dampak terus tergerusnya kurs Rupiah yaitu agen perjalanan wisata. Pendapatan mereka turun 50% dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu agen perjalanan wisata di daerah Pasar Senen Jakarta Pusat mengaku belum mendapat orderan dari pelanggan yang hendak memanfaatkan libur akhir tahun untuk berlibur ke mancanegara. Padahal beberapa bulan lagi akan masuk musim liburan akhir tahun disebut sebagai high-season bagi para travel agen.

"Agustus ini biasanya mulai ramai orang datang mau arrange tiket dan lokasi wisata liburan akhir tahun kan high-season, tapi sampai sekarang sepi," jelas Lusi, salah seorang staf agen perjalanan wisata kepada detikFinance di kantornya Pesona Travel, di Pasar Senen Jakarta Pusat, Senin .

Lusi menjelaskan, meski transaksi saat ini sepenuhnya sudah menggunakan Rupiah, menguatnya Dolar berdampak dari segi harga paket tour dari agen wisata rekanannya di luar negeri.

"Dolar naik tetap ngaruh terutama ke tour-tour yang lokasinya masih pakai Dolar. Misal kita mau tour ke Bangkok atau Singapura, di sana kerjasama sama agen tour yang ngurusin paket wisatanya. Mereka tetep transaksi pake Dolar. Beberapa hotel taraf internasional di luar negeri juga kan tetep pakai Dolar karena lebih simpel," kata Lusi.

Lusi melempar candaan soal naiknya Dolar dan aturan wajib pakai Rupiah untuk transaksi di dalam negeri. "Misal nih mau ke Eropa. Tiket internasional semua transaksinya udah pake rupiah. Harus membiasakan dengan jumlah nominal nol yang banyak. Mau ke Eropa aja satu tiket misal US$ 25.000, kursnya Rp 14.000 kan jadi Rp 40 juta. Berangkat tiga orang, Hah! Rp 120 juta. Pakai Rupiah jadi berasa banyak banget nolnya," candanya.

Kuras Dolar yang terus menerus di tahun ini dinilai Lusi turut menjadi penyebab omzet agen travel tempatnya bekerja turun drastis sampai 50% dibanding tahun lalu.

"Omzet kita tahun ini turun jauh banget dibanding tahun lalu. Pertama karena perjalanan dinas dibatasi. Itu dampak banget ke pemesanan perjalanan dari pemerintahan. Kedua, Dolar itu ngaruhnya ke masyarakat umum. Kemarin aja libur anak sekolah bisa dibilang sepi tahun ini sepi. Ngga tahu deh masih sepi atau nggak sampai high-season nanti. Apalagi dibanding tahun lalu di high-season kan Dolarnya normal-normal aja," ujarnya.

Meski makin sepi order, Lusi mengaku masih banyak pelanggannya berwisata ke Bangkok, Singapura maupun Kuala Lumpur. "Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur masih banyak. Dibilang krisis tetep ada aja yang jalan-jalan meski emang jumlahnya turun sih. Eropa dan Amerika di kita jarang," imbuhnya.

Quote: Pengusaha Dilematis, Seperti Disuruh Merugi
Senin, 24 Agustus 2015, 19:29 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Berbagai sektor usaha di Kota Medan, Sumatera Utara, terganggu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa pekan terakhir.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kota Medan Rusmin Lawin mengatakan dari keterangan berbagai pelaku usaha, omset yang didapatkan belakangan ini terus menurun. Penurunan itu cukup drastis sehingga mengkhawatirkan pengusaha.

"Semua sektor omset turun paling sedikit 30 persen," katanya.

Dilematika kalangan pengusaha tersebut disebabkan kerugian yang dialami secara terus menerus. Belum lagi serapan pasar yang sangat rendah.

Ia mengatakan di satu sisi, pengusaha sangat ingin tetap menjalankan usaha. Namun di sisi lain, nilai serapan masyarakat sangat rendah sehingga usaha yang dijalankan terus merugi.

Pengusaha diharuskan membeli berbagai material atau benda dengan harga tinggi karena melemahnya rupiah tersebut. Namun pengusaha tidak dapat menaikkan harga karena tidak akan mampu dibeli masyarakat.

"Pengusaha dilematis, seperti 'disuruh rugi'," kata Rusmin.

Menurut catatan, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore bergerak melemah sebesar 47 poin menjadi Rp13.988 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.941 per dolar AS.

Quote: Harga Beras Melejit, Pedagang Menjerit

JAKARTA- Para pedagang beras di wilayah Jabodetabek mengaku‎ kelimpungan dengan kenaikan harga beras. Pasalnya, harga beras mengalami kenaikan beberapa kali dalam sebulan.

Bang Oja adalah salah satu pedagang yang menjerit. Pria 44 tahun itu terpaksa memborong hingga belasan ton agar beras yang dijualnya ke konsumen tak mengalami kenaikan.

"Saya terpaksa keluar modal ratusan juta untuk ambil stok beras di penggilingan. Kalau tidak begitu, saya jualnya susah ke pelanggan karena harganya naik terus," keluh mantan karyawan di salah satu perusahaan multinasional ini, Senin .

Dia menyebutkan, setiap bulan harga beras naik hingga dua kali. Sekali naik sebesar Rp 2 ribu. Itupun sudah di penggilingan Cianjur.

"Di penggilingan harganya memang sudah tinggi. Awalnya Rp 8.800 per kilo, naik menjadi Rp 9 ribu, naik lagi Rp‎ 9.200, berubah lagi menjadi Rp 9.600, naik menjadi Rp 9.800, dan sekarang Rp 10 ribu," bebernya.

Dengan harga Rp 10 ribu per kilo, pengusaha muda ini mengaku hanya mengambil keuntungan Rp 1000. Kepada pelanggan dia menjual beras Sentra Ramos kualitas premium Rp 110 ribu untuk sepuluh kilo.

"Situasi sekarang benar-benar parah. Harga dolar naik terus, makanya pengaruh sekali di harga beras. Yang susah kami ini‎ mau tetapin harga juga susah, harganya berubah terus. Kalau harus ambil di muka terus, modal harus banyak sementara ekonomi sekarang lagi susah," tutur Oja.

Dan tentunya masih banyak lagi bisnis-bisnis yang juga sedang merosot dan tidak bisa TS share 1-1 karena keterbatasan karakter di Kaskus

Langsung aja ya gans, berikut adalah beberapa bisnis yang mungkin bisa di lakukan disaat kondisi seperti ini :

1. UKM berbasis kreatif

Bisnis di tahun 2015 merupakan babak baru dalam dunia bisnis, mengapa? Salah satunya adalah pasar bebas yang terbuka untuk seluruh ASEAN yang bakal direalisasikan di tahun 2015. Masyarakat Indonesia dituntut untuk kreatif karena ada banyak peluang terbuka lebar!

Mengapa harus bisnis kreatif? Pasar bebas yang akan direalisasikan di tahun 2015 nanti memungkinkan barang-barang dari luar negeri lebih mudah masuk ke Indonesia. Hal ini tidak hanya membawa dampak positif tetapi juga dampak negatif kalau kita tidak mampu bersaing. Oleh karena itu, mari gunakan berbagai kreativitas yang ada.
Contoh bisnisnya seperti : Kripik mengkudu level 1-10,
Pete Rasa Daging Sapi,
Sate Kambing Hitam Rasa Mafia dan masih banyak lagi bisnis berdasarkan kreatifitas lainnya.

2. Bisnis berbasis Teknologi

Disaat Teknologi sudah bisa menyentuh pedesaan, maka bisnis berbasis teknologi ini akan sangat menjanjikan. Contohnya adalah startup seperti Go-jek, Aplikasi Social Media. Nah kita bisa menggarap lahan lainnya, kalau memang bingung kita bisa pakai sistem ATM
misal bisnis ini adalah : Go-Mbek = Ojek dengan Kambing,
Go-Junk = Aplikasi ngejunk kaskus tanpa di banned,
Go-blog = Aplikasi Bikin Blog bagi pemula
dan lain sebagainya.

3. Bisnis berbasis Kebutuhan

Nah, karena kita sedang susah, maka peluang dibisnis berbasis kebutuhan ini akan bagus prospeknya karena berdasarkan kebutuhan atau demand langsung dari pembeli.
Contoh bisnis ini : Simpan pinjam keliling,
Spare part second baik elektronik/otomotif,
pegadaian
dll

4. Bisnis berbasis Art atau Seni

Ditengah kelesuan ini, hal-hal unik dan bernilai seni tinggi biasanya masih ada tempat untuk meraup keuntungan
Contoh bisnis ini : Bagi pedagang beras bisa membikin tembok dari beras (jadi bisa bikin tag"Tembok Beras" ,
Bagi pedagang elektronik bisa saja Layar TV LED nya dijadiin kaca rumah atau cermin jadi kesannya jadi bernilai seni tinggi,
Pedagang bakso membuat bakso tidak bulat tapi mulai dengan bentuk-bentuk aneh misalnya kotak, segitiga, spiral
dll

Jadi..ayo kerja..kerja..kerja..selama masih bisa jualan kerang dan merubah perangkat elektronik jadi manisan pasti kita bisa


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi