TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

Ini Keglamoran Sebuah Tas Hermes Rp 950 Juta yang Membuat Devita Dibui

Quote: Ini Keglamoran Sebuah Tas Hermes Rp 950 Juta yang Membuat Devita Dibui

detiknews
Jakarta - Devita Friska ditahan di rutan dengan dakwaan penipuan jual beli sebuah tas Hermes Rp 950 juta. Kuasa hukum Devita, Anda Hakim, menyatakan tas tersebut asli. Seperti apa kemewahan tas tersebut?

Tas Hermes dengan bahan kulit buaya ini dijual dengan harga fantastis karena memang proses pembuatan tas tersebut tidaklah mudah. Jane Finds, pemilik situs 1stdibs, yang pernah menjual Hermes Birkin Himalayan Crocodile dengan harga paling mahal di dunia, mengatakan tas itu bisa jadi tas paling langka dan dicari oleh pecinta Hermes.

"Pewarnaan tas ini penuh ketelitian dan memakan waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya. Semakin terang warna dari tas itu, akan semakin sulit prosesnya," ujar Jane dalam wawancara dengan Style.

Nama Himalayan pada tas Hermes Birkin ini bukan berasal dari nama wilayah asal buaya yang kulitnya dipakai untuk bahan pembuatan tas. Himalayan merupakan nama warna dari tas tersebut. Tas Hermes Birkin Himalayan Crocodile itu sendiri dibuat menggunakan kulit buaya jenis Niloticus yang berasal dari Afrika. Sebagian besar tas Hermes memang dibuat dari jenis kulit buaya tersebut.

Jane mengatakan, Hermes Birkin Himalayan Crocodile dengan diameter 30 cm dan berhiaskan berlian yang pernah dijualnya, biasanya diproduksi dalam jumlah terbatas. "Tas ini hanya ditawarkan pada klien VIP yang sudah punya reputasi. Hermes amat sangat jarang menciptakan benda yang unik seperti ini," katanya.

Pada Oktober 2014, situs 1stdibs yang dinaungi Jane pernah menjual tas Hermes Birkin Himalayan Crocodile dengan diameter 30 cm dengan harga US$ 432 ribu atau sekitar Rp 6 miliar. Tas tersebut memiliki keistimewaan bukan hanya karena proses pembuatannya yang membutuhkan waktu lama. Tas Hermes itu juga dilengkapi dengan gembok kecil yang dilapisi emas putih 18 karat dan taburan 40 berlian. Tas juga dihiasi 200 berlian yang beratnya total mencapai 8,2 karat.

Sebelumnya pada September 2014, tas serupa juga berhasil dilelang di Heritage Auctions dengan harga fantastis US$ 185.000 atau sekitar Rp 2,5 miliar. Kathleen Guzman, managing director dari Heritage Auctions mengatakan, "Birkin Himalayan dengan 30 cm berlian ini adalah yang terlangka dan paling diinginkan di dunia."

Tas Hermes Birkin apapun jenisnya, menjadi salah satu tas yang paling diinginkan oleh wanita. Tas Hermes ini awalnya dibuat khusus untuk aktris sekaligus penyanyi Jane Birkin. Alasannya? Karena Jean-Louis Dumas, pimpinan Hermes, terinspirasi oleh Jane setelah duduk bersebelahan dengannya saat berada di pesawat sekitar tahun 1984.

Kuasa hukum Devita, Anda Hakim membantah semua dakwaan jaksa. Menurutnya, banyak kejanggalan dalam tuduhan jaksa itu.

"Nanti saya jelaskan semua. Itu tidak benar," ujar Anda saat dihubungi detikcom, Jumat .

Quote: Jejak Sebuah Tas Hermes Rp 950 Juta di Pengadilan
detikNews

Jakarta - Sebuah tas Hermes seharga Rp 950 juta membawa Devita Friska meringkuk di penjara sembari diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat . Dia didakwa melakukan penipuan dalam jual beli tas para sosialita itu. Bagaimana kronologinya?

Berikut hal ikhwal kasus tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Jumat :

Februari 2013

Margaret membeli tas Hermes tipe Sac Birkin 30 Crocodile Niloticus Himalayan dari Devita Friska. Keduanya sepakat harga tas tersebut Rp 850 juta. Margaret lalu mentransfer uang pembayaran dan Devita menyerahkan tas Hermes itu.

Mei 2013

Devita menghubungi Margaret untuk memberitahu ada orang yang tertarik dengan tas yang baru dibelinya. Calon pembeli mau membeli tas itu Rp 100 juta lebih mahal. Margaret lalu tertarik dan menjual kembali tas itu ke Devita. Sebagai uang muka, Devita mentransfer Rp 500 juta dan sisanya akan dibayar jika sang pembeli melunasi pembayaran.

Setelah ditunggu berbulan-bulan, Devita tidak kunjung melunasi pembayaran Rp 450 juta. Margaret lalu melaporkan peristiwa ini ke Polda Metro Jaya.

12 Juni 2015

Devita mulai menjalani hidup di balik terali besi. Polda Metro Jaya menahan Devita.

3 Juli 2015

Berkas Devita dilimpahkan ke PN Jakpus.

4 Agustus 2015

Devita menjalani sidang perdana dengan agenda mendengarkan dakwaan jaksa yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Suko Triyono. Devita didakwa dengan pasal penipuan dan penggelapan.

13 Agustus 2015

Sidang kembali digelar dengan agenda mendengarkan pembacaan eksepsi Devita.

18 Agustus 2015

PN Jakpus membacakan putusan sela dengan hasil tetap meneruskan persidangan ke pokok perkara.

25 Agustus 2015

Sidang pokok perkara dengan agenda mendengarkan saksi.

Sidang ini masih belum selesai. Rencananya jaksa akan kembali menghadirkan saksi-saksi untuk menjerat Devita pekan depan.

Quote: Devita Ungkap Pemilik Awal Sebuah Tas Hermes Rp 950 Juta
detikNews

Jakarta - Devita Friska meringkuk di penjara sembari mengikuti proses pengadilan dengan dakwaan melakukan penipuan jual beli sebuah tas Hermes Rp 950 juta. Kepada penyidik, ia mengungkap pemilik asli tas asal Perancis itu.

Devita awalnya menjual tas yang kerap dipakai artis Hollywood itu kepada Margaret Vivi pada Februari 2013. Setelah uang pembelian Rp 850 juta ditransfer, tas tipe Sac Birkin 30 Crocodile Niloticus Himalayan itu lalu diserahkan ke Margaret.

Tiga bulan setelahnya, Devita kembali menghubungi Margaret dan menanyakan apakah tas Hermes itu akan dijual lagi sebab ada yang berminat membeli dengan harga Rp 950 juta. Mendapati tawaran ini, Margaret tergiur karena mendapat keuntungan selisih Rp 100 juta. Sebagai uang muka, Margaret menerima Rp 500 juta dan sisanya akan dilunasi ketika pembeli telah mentransfer Rp 450 juta.

Namun ketika waktu pembayaran yang dijanjikan tiba, ternyata sisa Rp 450 juta tidak kunjung ditransfer. Margaret awalnya sabar namun setelah hampir dua tahun tidak kunjung dilakukan pelunasan, Margaret mengambil langkah hukum dengan mengadukan hal ini ke Polda Metro Jaya. Kepada polisi, Devita mengaku melakukan hal ini karena ia mempunyai motif membayar utang kepada pemilik awal tas Hermes.

"Ternyata tas Hermes oleh terdakwa Devita dikembalikan ke pemilik awal tas yaitu Dyah Ayu Dewanti alias Davina yang meminta tasnya dikembalikan karena ternyata uang pembayaran harga tas Rp 850 juta tidak diserahkan kepada pemilik awal tas," dakwa jaksa dalam berkas dakwaan yang didapat detikcom, Jumat .

Satu-satunya cara mengambil kembali tas Hermes dari tangan Margaret adalah dengan melakukan serangkaian janji yang ternyata tidak terpenuhi. Atas perbuatannya, Devita lalu didakwa dengan pasal Penipuan dan Penggelapan. Kini kasus ini masih berlangsung di PN Jakpus dan pekan depan beragendakan memeriksa saksi-saksi dari kubu jaksa..


HARGA TAS 950JT ???.
siapa bilang indonesia miskin ???.krisis ???.buktinya banyak yg beli tas, jam tangan, mobil sport, moge harga milyaran.ga tau duitnya darimana..


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi