TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

6 Alasan mahasiswa dengan nilai 'C' lebih sukses di dunia kerja

Pada tahun 1800-an, tujuan dari sistem akademik adalah untuk menciptakan pekerja yang taat dan patuh terhadap semua perintah. Maka dari itu, tes yang diciptakan stadar dan bisa digunakan oleh seluruh negeri. Namun, terlepas dari kenyataan bahwa dunia terus berubah, sistem sekolah saat ini terstruktur dengan cara yang sama.



Di Indonesia sendiri, banyak siswa atau pun mahasiswa yang menuntut ilmu hanya melihat nilai akhir yang diperoleh. Padahal, nilai bukanlah segalanya. Mahasiswa yang banyak mendapat nilai A dan B dinilai sebagai mahasiswa pintar yang pasti sukses di kemudian hari. Padahal, anggapan itu belum tentu benar.

Ada beberapa fakta yang menunjukkan bahwa mahasiswa yang mendapat nilai C lebih sukses setelah lulus. Banyak perusahaan lebih membutuhkan orang yang kreatif dan inovatif dengan ide yang brilian, bukan semata-mata nilai A atau B dari mata kuliah yang telah didapat.



Quote: Berikut beberapa alasan mengapa mahasiswa yang mendapat nilai C umumnya lebih baik dari mahasiswa yang sering mendapat nilai A atau B, seperti dilansir dari Life Hack.

Quote:


1.Bukan 'followers'

Kebanyakan mahasiswa dengan C adalah hasil dari pemikirannya sendiri yang original. Mereka berbeda dengan mahasiswa dengan nilai A atau B karena pemikiran mereka berbeda dan unik. Jika ada yang menjawab 1, mahasiswa dengan nilai C pasti mempertanyakan mengapa jawabannya 1.

Rata-rata ketika kebanyakan mahasiswa menjawab 1, mahasiswa dengan nilai C bisa saja menjawab 2 karena beberapa alasan yang logis, bukan karena teori tertentu. Dan hal tersebut yang dibutuhkan oleh beberapa perusahaan di luar sana, ketika mereka semua lulus.


Quote:

2.Tidak mencoba untuk mendapatkan hati siapapun

Mahasiswa dengan nilai C tidak menghabiskan waktunya untuk mencari perhatian teman atau dosen dengan berusaha mati-matian mendapatkan nilai tertinggi. Mereka tetap menghormati dosen yang mengajarnya, tetapi bukan berarti mereka mematuhi semua aturannya.

Mereka tidak melihat bahwa dosen yang menentukan kesuksesan mereka. Mereka tidak seberapa peduli dengan tugas, resume, atau referensi lainnya. Karena mereka menyadari bahwa pekerjaan yang menantinya nanti akan berorientasi pada usaha dirinya sendiri.


Quote:


3. Memikirkan hal-hal yang lain

Banyak mahasiswa yang terobsesi dengan nilai sempurna, tidak banyak berpikir tentang masa depannya nanti setelah lulus. Orang-orang dengan nilai C berpikir lebih cerdas bagaimana cara menghabiskan waktu mereka selain berkutat dengan tugas kuliah saja.

Sementara teman-teman mereka terlalu fokus dengan kuliah, dan kurang berpikir tentang apa sebenarnya impian mereka di masa depan. Mahasiswa nilai C cenderung tidak menunggu lulus kuliah untuk memulai hidup yang sebenarnya.

Quote:



4. Memiliki definisi sukses sendiri

Mahasiswa dengan nilai A dan B mencari aman dengan berusaha keras mendapatkan nilai bagus. Mereka mempunyai definisi sukses sendiri, bukan tentang nilai yang didapatkan saat kuliah. Mereka tidak peduli dengan saingan mereka saat berada di kampus, mereka memedulikan saingan mereka saat bekerja nanti.


Quote:

5.Tahu bagaimana memanfaatkan kemampuan orang lain

Mahasiswa dengan nilai A atau B selalu berusaha untuk melakukan semuanya sendiri, mulai dari tugas, presentasi, maupun tes. Namun, berbeda dengan mahasiswa nilai C, mereka berbakat membangun 'tentara' dari orang-orang cerdas atau berbakat yang siap membantu mereka ketika tidak mengetahui sesuatu.

Seperti Henry Ford, mereka tidak takut mengakui bahwa mereka tidak bisa atau tidak tahu, mereka akan memanfaatkan orang disekitarnya untuk membantu mereka.

"Ketika saya memiliki orang-orang di sekitar saya yang dapat menyediakan segala sesuatu yang saya butuhkan, lalu mengapa saya harus mengacaukan pikiran saya untuk memikirkan hal tersebut juga?" Henry Ford, orang pertama yang menerapkan sistem produksi mobil masal dengan harga terjangkau.

Quote:


6. Memilih belajar mandiri

Jangan dikira bahwa mahasiswa dengan nilai C adalah orang yang malas belajar. Mereka suka belajar mandiri, karena mereka tidak suka orang lain memberitahu bagaimana cara berpikir yang benar. Mereka lebih memilih untuk mengeksplorasi dan menemukan jawaban sendiri. Mahasiswa dengan nilai C tidak memaksakan belajar terhadap hal yang memang tidak dia suka.

Quote: 6 Alasan tersebut adalah alasan mengapa mahasiswa dengan nilai C umumnya lebih sukses dibandingkan mahasiswa dengan predikat nilai A atau B.


Perolehan nilai sebenarnya adalah angka sementara yang diciptakan oleh siapa saja. Sedangkan kreativitas dan original tidak bisa didapatkan pada sembarang orang.

SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi