TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

Uniknya Bahasa dan Hal Lainnya di Medan yang Akan Membuatmu Terbengong

Jika Anda pertama kali berkunjung ke Medan pasti akan merasa heran karena keunikannya. Barangkali sebagian besar menyangka bahwa Medan itu adalah identik dengan budaya Batak. Padahal kenyataanya tidak, di Medan masih banyak suku-suku lainnya seperti Melayu, Jawa, Minang, Aceh, Mandailing, Karo, India, China, Arab dan sebagainya. Dan hampir tidak ada yang etnik yang mendominasi di Medan. Hal itulah yang menyebabkan terciptanya bahasa Medan. Bahasa Medan pada dasarnya adalah Bahasa Indonesia, namun karena keragaman budaya tersebut maka terjadilah akulturasi yang menciptakan istilah-istilah baru.

Berikut ini adalah beberapa keunikan Bahasa Medan:

1. Kereta itu motor, karena motor itu mobil



Spoiler

 for gambar




2. Teh itu air putih, karena teh yang pakai gula namanya teh manis, dan yang gak pakai gula namanya teh pahit, sementara yang pakai es namanya manis dingin namun sering disebut mandi. Dan tidak sedikit yang menyebut teh itu tes.

Spoiler

 for gambar



3. Pajak itu pasar, karena pasar itu jalan, dan pasar hitam adalah jalan aspal.

Spoiler

 for gambar



4. Kalau mengisi bensin itu di galon, oh ya bukan bensin tapi minyak.

Spoiler

 for gambar



5. Penumpang itu sewa karena kalau numpang itu nggak bayar.

Spoiler

 for gambar




6. Pantai itu tempat wisata sungai, karena wisata laut juga disebut pantai. Hahhaa

Jadi kalau kamu ke Medan dan diajak jalan-jalan ke Pantai Kasan jangan harap di situ ada lautnya. Atau Pantai Sibiru-biru. Kalau nggak percaya cari aja di Google.

Spoiler

 for gambar



Bahasa Medan juga banyak menyerap dari bahasa asing, contohnya:

  • wayar

    artinya kabel, berasal dari wire

  • raun

    atau raon artinya muter-muter, berasal dari round

  • selow

    artinya pelan, berasal dari slow

  • terey

    artinya coba, berasal dari try



Istilah-istilah plesetan yang sering digunakan di Medan.

  • Bandung = Bandar selamat ujung, seputaran Jl. Letda Sudjono ke arah Tembung

  • Amsterdam = Amplas masuk ke dalam, seputaran terminal Amplas

  • KL = Kampung lalang

  • Maryland = Marelan



Nama-nama tempat yang sangat familiar di Medan namun tidak ada di peta (bukan nama resmi):

Orang Medan juga lebih sering menggunakan nama-nama tersendiri untuk merujuk suatu tempat dengan tidak menggunakan nama jalan maupun nama-nama administratif seperti desa, kelurahan maupun kecamatan.

  • Pancing

    merujuk ke tempat di seputaran Jl. Williem Iskandar dekat kampus UNIMED

  • Serdang

    merujuk ke tempat di seputaran Jl. HM. Yamin mulai dari Plaza Aksara sampai RS. Pirngadi

  • Simpang Pos

    merujuk ke tempat di persimpangan pertemuan Jalan Jamin Ginting - Jl. Gagak Hitam, di situ tidak ada kantor pos.

  • Simpang Limun

    merujuk ke tempat di persimpangan Jl. Sisingamangaraja - Jl. Sakti Lubis

  • Kampung Keling

    merujuk ke tempat diseputaran Sun Plaza

  • Simpang Kampus

    merujuk ke tempat di seputaran kampus USU, pertemuan Jl. Jamin Ginting - Jl. Dokter Mansyur

  • Simpang Barat

    merujuk ke tempat di persimpangan Jl. Gatot Subroto - Wahid Hasyim

  • Padang Bulan

    merujuk ke tempat di sepanjang jalan Jamin Ginting

  • Simpang Kuala

    merujuk ke tempat di Jl. Jamin Ginting persimpangan dengan kampus Al-Azhar

  • Japaris

    merujuk ke tempat di seputaran jalan Rahmadsyah

  • Pasar Merah

    merujuk ke tempat di seputaran jalan HM. Joni sampai jalan Menteng Raya

  • Menteng

    itu adalah singkatan dari Medan Tenggara

  • Pajak Ular

    merujuk ke tempat berjualan barang-barang bekas di seputaran Jalan Sutomo, di sana tidak ada orang jual ular.

  • Titi Kuning

    merujuk ke tempat di seputaran persimpangan Jl. Delitua

  • Titi Bobrok

    merujuk ke tempat di seputaran Jl. Setiabudi ke arah Sunggal

  • Titi Sewa

    merujuk ke tempat di seputaran perbatasan Medan dan Deli Serdang

  • Simpang Kantor

    merujuk ke tempat di Jl. KL Yos Sudarso Medan Labuhan

  • Simpang Selayang

    , kalau ini memang nama sebuah kelurahan di Medan Tuntungan, sementara kalau Kolam Renang Selayang adalah sebuah kolam renang di Jl. Dr. Mansyur

  • Pajak Hongkong

    adalah sebutan pasar di Jl. Palangkaraya Medan

  • Bakti

    adalah sebutan untuk Jalan AR. Hakim


Kebanyakan nama-nama tempat tersebut di atas adalah nama pada jaman dahulu, namun sampai sekarang masih dipakai

Fakta unik lainnya tentang Medan:

  • Tembung

    itu adalah nama daerah di seputaran Medan, Tembung itu ada dua, yaitu Kecamatan Medan Tembung dan satu lagi Tembung yang terletak di Kabupaten Deliserdang, kecamatan Percut Sei Tuan. Dan orang Tembung itu sebutan untuk orang yang di Percut Sei Tuan itu, bukan yang dikecamatan Medan Tembung.

  • Kampus UNIMED

    (Universitas Negeri Medan) itu tidak terletak di Medan tapi di Deli Serdang, demikian juga dengan Bandara Kualanamu

  • Orang Tembung

    dan Deliserdang banyak yang mengaku sebagai orang Medan

  • Di Medan ada nama Jalan Kelambir V (Kelambir Lima) namun tidak ada Kelambir 1 - 4

  • Pajak Ikan

    itu secara harfiah berarti pasar ikan, tapi jangan harap di situ tempat jualan ikan, karena pajak ikan adalah tempat jual pakaian.

  • Medan itu tidak punya ciri khas, atau sesuatu yang bisa ditonjolkan untuk mewakili Medan

  • Medan itu bukan punya siapa-siapa, karena menurut sejarahnya penduduk yang ada di Medan adalah semuanya pendatang.



Tentang Bentor atau Betor (Becak Motor)

* Betor itu adalah sebutan becak bermotor di Medan. TAPI itu adalah sebutan orang luar Medan atau sebutan di media. Karena orang Medan tidak pernah menggunakan istilah ini. Orang Medan mengatakannya BECAK MESIN, sementara untuk becak sepeda disebut Becak Dayung. Ingat ya, di Medan itu cuma ada becak mesin dengan becak dayung.

Spoiler

 for gambar



Tentang Bika Ambon

Bika Ambon adalah makanan Khas Medan. Tapi sebenarnya orang Medan sendiri sangat jarang memakannya. Karena makanan ini tidak pernah disajikan atau dijual di tempat-tempat umum. Akan tetapi bika ambon hanya digunakan sebagai oleh-oleh saja.

Hal lain yang bisa membingungkan

  • Di seputaran Padang Bulan ada nama jalan Pasar I, Pasar II, Pasar III dst.

  • Di seputaran Marendal juga ada nama jalan Pasar I, Pasar II, Pasar III dst.

  • Di seputaran Marelan juga ada nama jalan Pasar I, Pasar II, Pasar III dst.

  • Di seputaran Tembung juga ada nama jalan Pasar I, Pasar II, Pasar III dst.



Sumber: cektkp


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi