TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

Pelajaran Berharga dari The Beatles



Wellcome To My Thread gan

Quote: Tak terasa sudah 50 tahun berlalu sejak The Beatles meluncurkan album debut mereka, Please, Please Me pada 22 Maret 1963 silam. Setengah abad berlalu, nama The Beatles tetap menancap kuat di benak para fansnya yang terus bertambah dan bukannya berkurang.

Semua orang menyukai musik The Beatles hingga kini. Namun, ini bukan semata-mata soal musik, tapi juga kekuatan merek. The Beatles sukses membangun merek mereka dan kekuatannya bertahan hingga hari ini.

Bayangkan, 30 tahun setelah band tersebut bubar, album The Beatles 1 yang dirilis tahun 2000 berhasil terjual lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia. Pencapaian ini sungguh hal yang luar biasa. Kebanyakan band tidak pernah berhasil menjual 30 juta kopi sepanjang karir mereka.

Pelajaran apa yang bisa dipetik oleh para marketer dari perjalanan Beatles selama ini?

Quote: Logo


Beatles merupakan band pop pertama yang memiliki desain logo serius. Huruf T yang memanjang ke bawah menjadi bagian yang sangat terkenal dari logo tersebut. Hal tersebut sengaja dibuat agar fansnya langsung menangkap apa yang mereka tawarkan. Saat itu musik pop dikenal juga sebagai "beat music".

Seperti yang orang-orang bilang, kalau kita mampu mengambil keuntungan dari keseluruhan kategori, maka kemenangan akan menjadi milik kita. Inilah yang dilakukan Beatles dan ini pula yang bisa kita pelajari dari mereka.

Quote: Rambut poni = unique selling proposition


Kehadiran Beatles di Amerika pada tahun 1964 dengan rambut berponi membuat mereka tampak sangat berbeda dan unik. Rambut berponi tersebut kelihatan sangat berbeda dari kebanyakan musisi lain yang tampil dengan potongan crew cut ala tahun 50an, model ala Elvis, atau rambut gondrong.

Keunikan inilah yang perlu ditemukan para marketer agar produk mereka tampil beda di pasar. Kemampuan tampil beda ini akan menjadi salah satu faktor penentu di pasar. Jadilah merah ketika semua memilih warna biru, dan Anda akan terlihat jelas.

Quote: Pilihan pesan yang tepat


Ketika pertama kali tampil dalam Ed Sullivan Show tahun 1964, The Beatles tampil dengan setelan rapi. Pakaian tersebut adalah hasil pilih manajer mereka, Brian Epstein.

Secara intuitif ia menduga bahwa publik Amerika akan sulit menerima empat rocker muda Inggris dengan rambut gondrong dan jaket kulit. Dengan perhitungan matang, ia memutuskan menampilkan The Beatles dengan tampilan rapi.

Rambut yang berponi dan musik mereka menunjukkan sebuah revolusi. Tapi setelan yang mereka kenakan menunjukkan penghormatan. Dan publik pun menyambar pesan tersebut secepat kilat. Pada intinya, semua adalah soal memilih pesan yang tepat dan menyampaikannya dengan pas.

Quote: Memorabilia sebagai brand extension


The Beatles dengan pandai mengeluarkan sejumlah memorabilia. Mulai dari mainan, game, pin, gantungan kunci, hingga perhiasan pernah mereka keluarkan. Hal tersebut merupakan perpanjangan merek yang sangat bagus, dan tentunya sumber pendapatan yang juga besar.

Quote: Tur sebagai experiential marketing


Di tahun-tahun awal yang sangat krusial, The Beatles menyelenggarakan tur tak terputus. Hal ini mereka lakukan agar pemberitaan tentang mereka terus bergema.

Menonton tur mereka pun menjadi pengalaman tersendiri bagi para penggemarnya. Konser The Beatles memberikan dimensi tersendiri terhadap citra mereka sebagai sebuah band.

Hal ini pada akhirnya mengundang pemberitaan dan mendorong pembelian album. Tur The Beatles adalah apa yang sekarang kita sebut sebagai experiential marketing.

Quote: Memenuhi beragam selera


Kebanyakan band hanya meluncurkan nama vokalisnya. Hal ini sangat berbeda dengan The Beatles. Keith Richards – salah satu personel pendiri The Rolling Stones – pernah mengatakan kepada Lennon bahwa Rolling Stones hanya memiliki satu orang frontman, tapi The Beatles punya empat ( www.terryoreilly.ca).

Paul adalah si cute, John si intelek, George si moody, dan Ringo si komedian. Penggemar dapat memilih kesukaannya masing-masing. The Beatles hadir dengan empat rasa yang dapat memuaskan berbagai selera. Ini jugalah yang bisa kita tiru. Memberikan berbagai pilihan untuk berbagai selera yang berbeda.

The Beatles memang tidak hanya musiknya yang bisa dinikmati, ada banyak aspek dari mereka yang juga bisa kita pelajari. Bagaimana menurut Anda?

Thanks To Read gan shakehand2

SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi