TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

Mencari Kedamaian Lewat Keseragaman adalah Impian Bolong Siang Hari

DUA orang manusia satu agama saja bisa nggak cocok, bisa berantem, bisa saling maki, saling eksploitasi bahkan bisa saling bunuh. Bagaimana bisa yakin bahwa memilih pemimpin satu agama bisa baik? Obyektifitasnya dimana? Apakah realitis? Apa bukan hanya harapan dan angan-angan kosong belaka?

Pada saat dua orang manusia bersinggungan dalam ranah sosial, pada saat itulah sebenarnya seorang individu dipaksa untuk melakukan kompromi diri dengan kenyataan. Karena hanya dengan begitulah bisa tercipta hubungan sosial. Tanpa kompromi diri dengan manusia lain, diri itu bisa mati. Melawan kodratnya sendiri sebagai mahluk sosial.

Persinggungan antar dua orang manusia hanya mungkin jika ada kemauan melihat kepribadian orang lain dan menerimanya sebagai bagian dari kepribadian diri. Tanpa itu, orang lain akan dilakukan sebagai obyek. Manusia diperlakukan bukan manusia lagi, tapi lebih sebagai benda. Pada saat orang lain dilakukan sebagai benda, pada saat itu pula diri sendiri kehilangan pribadi sebagai manusia. Manusia yang kehilangan kepribadian sama saja dengan benda yang sekedar hidup.

Apakah agama bisa mendukung hidup? Dalam kerjasama antar manusia, jika agama dijadikan pegangan utama untuk keberlangsungan kerjasama, apakah agama bisa menjadikan orang tidak butuh uang, makan, seks, penghargaan diri, aktualisasi diri?

Dua orang manusia bersahabat kental dan satu agama pun tidak akan mempercayakan uangnya terhadap satu sama lain begitu saja dengan alasan kesamaan agama. Tidak akan membuka rahasia-rahasia hidupnya begitu saja karena alasan kesamaan agamanya. Ada bagian-bagian tertentu yang gelap yang tidak bisa diketahui masing-masing individu, meski sikap agama keduanya begitu sempurna. Karena pada hakekatnya masing-masing individu adalah entity berbeda, berdiri sendiri dan unik. Tidak ada dua manusia yang sama persis di dunia manapun. Beda kepala pasti beda identitas dirinya, meski pada manusia kembar siam yang beragama sama sekali pun.

Sumur : dikutif dari kompasiana.cm


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi