TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

Film Indonesia Yang Tayang Internasional tapi Dilarang di Indonesia




Quote: semakin hari semakin jaya film Indonesia. Semakin banyak pula film-film Indonesia yang tayang di festival-festival film internasioanl macam Cannes di Perancis, Berlinale di Jerman, Venice di Italia dan Tokyo di Jepang. Beberapa fillm Indonesia, baik yang dibuat oleh Orang Indonesia maupun oleh orang luar negeri dan bercerita tentang Indonesia, sudah banyak yang ditayangkan di festival-festival film bergengsi tersebut, bahkan ada yang dipertandingkan untuk memperebutkan penghargaan bergengsi.

Berhubung Indonesia masih termasuk negara yang memiliki aturan censorship yang sangat ketat, sehingga banyak sekali batasan-batasan yang wajib diperhatikan oleh para sineas film agar filmnnya bisa tayang bebas di bioskop-bioskop Indonesia. Apabila tidak lolos sensor, maka pilihannya ada tiga:

1. Tidak tayang sama sekali
2. Tayang secara terbatas/tidak komersil
3. Lari ke luar negeri.

Banyak film-film mengenai Indonesia yang berkualitas namun sayangnya tidak loloos sensor, sehingga penikmat film harus rela menonton di luar negeri atau berharap akan ditayangkan secara terbatas di Indonesia.


Quote: Berdasarkan Undang- Undang Nomor 33 Tahun 2009 Tentang Perfilman Pasal 19, film dan reklame yang mengandung adegan-adegan ini akan langsung ditolak:

- Adegan seks lebih dari 50%

- Kritik sosial pada suatu kelompok atau golongan lebih dari 50%

- kekerasan/kekejaman/kejahatan lebih dari 50% yang mengesankan kalau kejahatan bisa menang melawan kebaikan (buset.....hitam putih amat yah? )

- Adegan yang bersifat Anti Tuhan atau mendiskreditkan salah satu agama.

- Dari segi ideologi dan politik menampilkan yang merugikan penegakan Pancasila dan UUD '45, penggambaran ajak Lennisme/Marxisme, Fasisme dan Maoisme.

- dari segi sosial dan budaya menampilkan ketelanjangan dari segala sisi, close up alat kelamin, buah dada, dan pantat, ciuman yang merangsang, onani, oral, dan seks sesama jenis, dll.

- Dll.


Film-Film Indonesia yang Hanya Dapat Tayang di Luar Negeri Karena Masalah Sensor

Quote:
Ratu Pantai Selatan/Lady Terminator (1988)

Spoiler for Lady Terminator/Pembalasan Ratu Laut Selatan




Jujur, waktu ane ngeliat-liat filmnnya di Youtube, agak kurnag percaya ini film Indonesia karena rasanya, kok bule banget yah? Jauh sebelum zaman The Raid, Lady Terminator adalah film garapan sutradara Tjut Djalil ini sudah berhasil menjadi film Indonesia yang go international. Bintangnya pun bukan hanya bintang dari Indonesia, namun ada juga dari luar negeri. Film keluaran Soraya Intercine Films ini tayang di beberapa negara termasuk Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Perancis, dan Italia, kemudian berpuluh tahun kemudian tayang di Ceko dan Irlandia pada 2009 dan 2010. Ironisnya, di Indonesia film ini dicekal karena karena adegan seks yang terlalu vulgar dan kekerasan. Tahun 1994, Lady Terminator akhirnya tayang dengan sensor sehingga hanya tayang 80 menit.

Meski bercerita mengenai Ratu Kidul yang membalas dendam dengan mengeluarkan keris dari kelaminnya ketika ada pria yang menidurinya (anjay.... ), film ini bukan semata-mata film horor legenda, karena film ini sebenarnya bergenre horror-action.

0.jpg


Quote: Merdeka 17805/Murudeka 17805 (2001)

Spoiler for Poster


Film sejarah mengenai Penjajahan Jepang Indonesia ini merupakan film kolanorasi antara Jepang (Toho) dan Indonesia (Rapi Films) dengan menggunakan bintang-bintang dari kedua negera seperti Jundai Yamada, Lola Amaria, Naoki Hosaka, Muhammad Iqbal dan disutradari oleh Yukio Fuji. alasan dicekalnya film ini adalah karena ceritanya yang bertentangan dengan sejarah serta melukai perasaan Bangsa Indonesia hingga dikhawatirkan merusak hubungan Jepang dan Indonesia. Adegan yang dianggap 'nyeleneh' bahkan oleh dubes Indonesia di jepang kala itu, Soemadi Brotodiningrat, adalah adegan seorang wanita tua Jawa yang mencium kaki Tentara Jepang serta lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan cara yang tidak sesuai.

Meski dilarang terbit di Indonesia, di Jepang film ini cukup sukses, hanya saja pada saat itu saingannya adalah raksasa anime Jepang, Spirited Away, film ini tidak berkutik.

0.jpg


Quote: Something In The Way (2013)

Sebenarnya, film ini bahkan tidak pernah 'dicoba' untuk tayang di Indonesia karena sutradara yakin film ini akan ditolak. Alasannya? Dua hal, sutradaranya Teddy Soeriaatmadja dan penampilannya di Panorama Berlinale pada tahun 2013. Sutradara Teddy Soeriaatmadja dua tahun sebelumnya sudah membangun kontroversi lewat Lovely Man yang mengusung tema prostitusi waria hingga mendapat kritikan keras dari beberapa kalangan meski sukses di FFI dan beberapa festival internasional. Panorama Berlinale juga adalah ajang di festival film Berlin yang secara khusus menayangkan tema-tema kontroversial termasuk seks dan LGBT. Dibintangi oleh aktor Reza Rahadian dan Ratu Felisha, Something In The Way membawa dua tema 'panas' yaitu agama dan seks, dimana Ahmad yang seorang sopir taksi dan sering mengikuti kajian dan sholat di masjid ternyata adalah seorang pecandu pornografi. Anehnya, ketika ia melakukan hubungan dengan seorang pelacur, Ahmad merasa berdosa dan ingin menikahinya.

Beberapa adegan di film ini memang sepertinya bakal bikin beberapa kelompok panas, maklum, di trailernya saja selain ada adegan dimana Ahmad berhubungan dengan PSK, beberapa adegan memperlihatkan onani dan.....khusus buat aganwati yang mau lihat Reza tanpa sehelai benang, nonton aja trailernya .

0.jpg



Quote: Act Of Killing/ Jagal (2012)

Spoiler for Poster


Rasanya semua orang setuju kalau film ini adalah film paling panas yang ada di Indonesia. Meski bukan dibuat oleh orang Indonesia, Joshua Oppenheimer mencoba untuk memperlihatkan sisi lain dari hari-hari pasca G30S dimana banyak dari mereka yang dianggap PKI dihukum tanpa pengadilan oleh sebuah ormas di Medan, Sumatera Utara. Filmnya sendiri memang unik, meski udah jelas ceritanya kemana, Oppenheimer memasukan unsur drama yang dimaksudkan agar si pelaku dan narasumer mau merekonstruksi perbuatannya ketika menyiksa terduga anggota PKI. Bahkan di narasumber sendiri akhirnya tidak kuat, padahal ia selalu terlihat bangga dengan perbuatannya.

Tidak terhitung banyaknya penghargaan dan nominasi yang diterima oleh film ini, bahkan hingga mendapatkan nominasi Academy Award dan memenangkan BAFTA 2014. Di Indonesia film ini hanya ditayangkan terbatas, umumnya ditayangkan oleh kampus-kampus dan lembaga-lembaga HAM.

0.jpg


Quote: Look of Silence/Senyap(2015)

Spoiler for Poster


Terusan dari film sebelumnya, Senyap juga menjadi film 'panas' di Indonesia meski sepertinya tidak seramai film pertama. Kembali dengan gaya seperti sedang storytelling, Oppenheimer kini mengunjungi keluarga korban dari para pelaku di film sebelumnya. Tidak seperti film sebelumnya, film kali ini menampilkan si storyteller, yaitu Adi yang bekerja sebagai tukang kacamata. Kakak dari Adi adalah korban dari ormas tertentu yang menganggap ia simpatisan PKI. Adi mencoba untuk mengajak ibunya berbicara mengenai kakaknya meski si ibu sudah ingin melupakan kejadian tersebut. Adi kemudian mendatangi petinggi ormas dan meminta agar ia bercerita mengenai apa yang terjadi pada kakaknya

Diluncurkan di Festival film Venice, sambutan di luar negeri begitu baik mengingat keindahan film pertama Oppenheimer, bahkan ratingnya di IMDB mencapai 97%. Dan sama seperti sebelumnya, film ini tidak boleh tayang di Indonesia. Untung menayangkan film Senyap dan Jagal, biasanya lembaga tertentu harus menelpon dan membuat janji untuk screening film. Ane untuk yang kedua ini enggak nonton karena waktu tayang di kampus, ane ada tugas lapangan . Dan ketika mau nonton di kampus lain, anehnya tiba-tiba banget dibatalkan. Karena apa? Entahlah . Yang pasti dari beberapa cerita memang banyak kampus dan lembaga yang tidak jadi menayangkan film ini karena mendapat ancaman dari pihak yang kurang senang dengan film Oppenheimer ini.

0.jpg



: maafaganwati SANGAT DITUNGGU KOMEN DAN RATING DARI AGAN DAN SISTA SEKALIAN. TERIMAKASIH


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi