TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

6 Fakta Iklim Global yang Sudah Terjadi Detik Ini



Sepanjang tahun 2015 ini, Bumi mengalami banyak sekali gejala unik yang jarang sekali terjadi. Perubahan cuaca atau tepatnya perubahan menjadi anomali cuaca lebih sering terjadi hingga menjelang pertengahan tahun ini. Nampaknya memang Bumi sedang bergejolak menyesuaikan keadaannya dengan kerusakan alam yang semakin masif terjadi selama dekade terakhir.

Tahun lalu, dalam satu laporan tahunan yang berjudul State of the Climate in 2014, dipublikasikan secara resmi sebagai State of the Climate report from the National Oceanic and Atmospheric Administration and American Meteorological Society mengambil simpulan bahwa indikator perubahan bumi telah jelas nampak terjadi. Rekor iklim global pun terjadi di mana-mana. Simpulan singkatnya adalah betapa Bumi telah berubah begitu amat cepat.

Berikut adalah tujuh fakta catatan rekor iklim global yang telah terjadi hingga detik ini:

1. Tahun 2015 adalah Tahun Terpanas Sepanjang Masa

Sejak penghitungan suhu panas global puluhan dekade silam, tahun 2014 kemarin adalah tahun dengan suhu rata-rata terpanas permukaan global. Kondisi dengan perubahan suhu panas paling drastis dialami oleh Kontinen Eropa dan Meksiko yang mengalami tahun terpanas, lalu Argentina dan Uruguay mengalami tahun terpanas kedua mereka, dan Australia mengalami tahun terpanas ketiga berturut-turut sejak tahun 2012. Afrika dan Asia juga memiliki suhu di atas rata-rata.

Di tahun ini, NOAA pun telah merilis laporannya bahwa sejak 2014 kemarin hingga 2015 ini, suhu bumi terus meningkat grafik panasnya. Tahun 2015 bulan Juni kemarin bahkan ditetapkan sebagai bulan dengan suhu terpanas selama satu abad terakhir.

2. Peningkatan Konsentrasi Gas Rumah Kaca di Atmosfer

Meningkatnya suhu bumi jelas berbanding lurus dengan meningkatnya kandungan gas rumah kaca. Gas rumah kaca termasuk di dalamnya adalah karbon dioksida, metana dan dinitrogen oksida, yang dilaporkan mencapai rekor konsentrasi atmosfer tinggi.

3. Peningkatan Suhu Permukaan Laut dan Meningkatnya Siklon

Akibat dari meningkatnya suhu global, maka suhu permukaan laut pun mencapai rekor tertinggi. Suhu permukaan laut yang bertambah tinggi telah menyebabkan gejala El Nino di tahun ini. Gejala El Nino ini telah menyebabkan anomali cuaca panas yang ekstrem dan mematikan di negara-negara sepanjang garis khatulistiwa sebelah barat Pasifik, termasuk Indonesia, India, Pakistan, Bangladesh, Myanmar, dll.

Kenaikan suhu permukaan laut telah mendorong munculnya siklon tropis dari rata-rata yang terjadi, selama tahun 2014, terdapat 91 siklon tropis, meningkat dari 82 badai yang terjadi rata-rata selama dekade 1981-2010.

4. Peningkatan Suhu Lautan

Semakin panasnya Bumi pun tak hanya bisa dirasakan melalui peningkatan suhu di permukaan laut dan atomsfer saja, namun juga pada suhu di lautan dalam. Suhu panas lautan telah mencapai rekor baru yang mencerminkan fakta bahwa lautan telah menyerap hingga 90 persen panas yang terperangkat oleh atmosfer bumi oleh gas rumah. Saat gas rumah kaca meningkat di atmosfer, maka hal ini akan menyebabkan suhu laut pun meningkat.

5. Kenaikan Permukaan Air Laut

Permukaan laut juga memecahkan rekor baru. Kenaikan muka air laut saat ini diperkirakan sekitar 67 milimeter dari tahun 1993. Faktor-faktor yang menyebabkannya muka air laut ini diantaranya adalah karena mencairnya gletser dan es di permukaan laut, molekul air yang mengembang ketika suhu menjadi hangat serta terjadinya pencairan es di daratan yang airnya mengalir ke lautan.

6. Pencairan Es di Greenland dan Pemanasan Artik

Anda mengenal Greenland? Sebuah pulau terbesar di dunia yang tertutup oleh es abadi dilaporkan 90% esnya telah mulai mencari dengan kecepatan di atas rata-rata usai berakhirnya musim dingin.

Demikian pula wilayah Arktik di lingkaran kutub utara dilaporkan terus menghangat. Wilayah Arktik mengalami tahun terpanas keempat sejak pencatatan dimulai pada awal abad ke-20. Salju Arktik rata-rata mencair 20-30 hari lebih awal dari 1998-2010. Di utara Alaska, suhu rekor tertinggi yang dipantau melalui empat dari lima observatorium permafrost.

Sumber


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi