TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

10 Hal yang Bikin Kamu Kangen Masa-Masa Kos



Masa-masa sekolah atau kuliah diamini banyak orang sebagai masa-masa yang paling indah dan takkan terlupakan. Wajar saja, mengingat di rentang waktu tersebut, kita punya banyak waktu dan kesempatan untuk bebas berekspresi. Mau ini boleh, mau itu boleh, tidak terikat aturan ketat atau tanggung jawab yang sifatnya kelewat berat.

Khusus bagi mereka yang banyak punya kenangan manis semasa kuliah, satu kata yang sulit dipisahkan adalah kos. Ya, universitas atau kampus umumnya dipenuhi banyak mahasiswa pendatang dari luar daerah atau pulau, yang lantas menetap sembari menyelesaikan studi sebagai anak kos.

Kos lantas jadi sumber berbagai kegiatan dan pengalaman seru. Di sana, tidak jarang ada banyak dari kamu yang bisa belajar cara hidup mandiri, mengatur keuangan, dan banyak nilai positif lainnya. Namun namanya juga anak muda, cara belajarnya pun macam-macam, dan kadang diwarnai oleh berbagai ulah dan kejadian konyol.

Usai lulus nanti, ulah dan kejadian unik tersebut akan menjadi kenangan indah dan tak terlupakan. Bahkan mungkin banyak dari kamu yang kini sudah menginjak usia 25 tahun ke atas, sempat merindukan kembali kehidupan ketika masih menjadi anak kos.

Sebenarnya apa saja yang menarik dari kehidupan seorang anak kos? Berikut kami ulas 10 hal yang bisa membuat kamu kangen masa-masa kos.

1. Mie Instan

Jangan ngaku anak kos jika belum pernah bergantung kepada mie instant. Penyebabnya tak lain karena penghematan demi menyambung hidup. Nah, keuangan merupakan isu sensitif bagi anak kos di seluruh Indonesia. Di semester-semester awal, kamu harus pandai-pandai mengatur uang kiriman dari orang tua untuk membayar uang kos, makan, dan biaya keperluan kuliah lainnya.

Tak jarang, penghematan di level ekstrim dilakukan menjelang akhir bulan dan rekening bank tak kunjung mendapat notifikasi transfer. Makan sekadarnya dengan mie instan atau bahkan menumpang di rumah teman jadi pilihan.

Namun jika kamu sudah mulai bisa menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar, tidak ada salahnya mulai mencoba mencari informasi tentang pekerjaan sampingan, demi tambahan pemasukan. Tak jarang ada banyak pengalaman positif yang didapatkan anak kos ketika mereka melakukan pekerjaan sambilan.

2. Kebersamaan

Kebersamaan biasanya terasa jauh lebih erat jika sudah berkumpul dengan teman-teman satu kos. Apalagi jika masing-masing berasal dari daerah yang sama. Latar belakang yang sama membuat kita merasa menemukan teman senasib dan seperjuangan di negeri orang.

Jika sudah begitu, rasanya seperti menemukan keluarga baru sembari menuntut ilmu. Begitu eratnya ikatan kekeluargaan antar anak kos, hingga tak jarang terdapat kelompok-kelompok 'alumni' kos tertentu.

3. Ibu/Bapak Kos

Ibu atau bapak kos menjadi salah satu faktor yang paling berperan dalam mewarnai lika-liku kehidupan anak kos. Tak jarang kita menemui pemilik kos yang benar-benar baik dan menganggap kita sebagai anak sendiri, hingga tanpa sadar kita seperti mendapat pengganti orang tua.

Namun sering pula ada ibu atau bapak kos yang bertindak kelewat tegas dan mengekang anak kos dengan berbagai aturan ketat.

4. Belajar Bahasa

Faktor satu ini kerap dialami oleh mereka yang datang dari daerah atau pulau yang jaraknya cukup jauh dengan kota yang kini ditinggali. Mungkin kamu yang berasal dari ibu kota dan berkuliah di Jawa Timur pernah merasakan betapa bingungnya mendengarkan orang di sekitar berbicara dalam bahasa Jawa.

Namun tak perlu khawatir, meski tidak ada CD atau tes TOEFL khusus bahasa Jawa, kamu bisa beradaptasi dengan cepat dengan berbincang-bincang dengan orang-orang atau penghuni lain di tempat kos. Selain menambah teman, kamu juga bakal semakin mahir mempelajari bahasa baru dengan cepat.

5. Survey Warung

Kegiatan ini merupakan salah satu aktivitas yang paling mengasyikkan sebagai anak kos. Umumnya memang daerah kos, utamanya yang berada di dekat kompleks universitas, dipenuhi dengan berbagai macam penjaja makanan dan jajanan. Masing-masing berlomba-lomba membuat penawaran semenarik mungkin untuk memikat pelanggan.

Namun meski demikian, kita harus pandai-pandai memilih. Apalagi sebagai anak kos kerap memiliki dana yang terbatas. Survei warung makan pun dilakukan, untuk menentukan warung-warung mana saja yang menawarkan porsi nasi paling banyak, lauk paling enak, fasilitas tambahan seperti koran pagi dan majalah, serta masih banyak lagi.

6. Turnamen Game

Anak kos pria yang biasanya sering melakukan ini. Laptop atau PC paling mumpuni dari salah satu teman bakal menjadi korban. Game yang dimainkan pun tak jauh-jauh dari sepakbola atau balapan mobil.

Agar permainan semakin seru, dibuat sistem turnamen atau bahkan liga antar penghuni kos. Rasa kantuk ditahan hingga subuh menjelang, demi merebut gelar sebagai yang terbaik di antara teman kos lainnya. Melelahkan, namun tentu hal mengasyikkan semacam ini tidak bisa lagi kamu lakukan jika sudah sibuk dengan dunia kerja.

7. Jelajah Bareng

Mumpung sudah berada di kota orang, tak lengkap rasanya jika tidak berjalan-jalan ke mall atau mengunjungi tempat wisata seperti gunung atau laut. Nah, bagi anak kos, perjalanan semacam ini rasanya tidak lengkap jika tidak ditemani oleh geng satu kos.

Tak peduli tempat mana yang dituju, rasanya akan tetap menyenangkan jika menghabiskan waktu bersama sesama rekan seperjuangan di perantauan. Kebersamaan seperti inilah yang biasanya bakal selalu dirindukan ketika kita sudah beranjak lebih dewasa nanti.

8. Bioskop Mini

Anak kos memang kerap diidentikkan dengan biaya hidup minimal. Oleh karena itu, mereka harus pandai-pandai dalam mencari hiburan, tanpa harus menguras kantong.

Menonton film pun jadi salah satu pilihan. Namun tentu tidak di bioskop, melainkan di laptop atau PC. Tak jarang lampu kamar lantas dimatikan, agar nuansa teater semakin terasa. Suasana nonton bareng serasa makin meriah, jika ada banyak anak kos ikut serta dan film yang ditonton bergenre horror atau action.

9. Diskusi Warung Kopi

Meski terdengar berlebihan, anak kos merupakan intelektual muda yang merupakan bibit-bibit calon pemimpin bangsa. Tak jarang masih amat berapi-api dalam mengusung filosofi yang diyakini, dan siap melayani diskusi bagi siapapun yang tertarik meladeni.

Obrolan ngalor-ngidul pun tak terelakkan, mulai dari membahas materi perkuliahan, filosofi kenegaraan, hingga berbagai hal lainnya yang terdengar intelektual. Diskusi semacam ini amat lumrah dilakoni anak kos dan bahkan berlangsung hingga tengah malam lewat.

10. Cuci Baju

Mesin cuci jadi kawan terbaik ketika berada di rumah, namun bagaimana jika kita sedang menjadi anak kos? Mau tak mau kita harus mulai mengakrabkan diri dengan ember, air, dan deterjen.

Berat memang, namun dari sini kamu bisa belajar menghargai pekerjaan ibu atau pembantu rumah tangga, yang sudah bersusah payah mencuci pakaianmu setiap hari. Meski demikian, anak kos zaman sekarang pun tak kurang akal. Ada juga yang menyisihkan sebagian uangnya untuk menggunakan jasa laundry kiloan. Baju bersih tanpa harus mengeluarkan tenaga ekstra.

SUMBER


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi