TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

Ratu Nefertiti, Sang Ratu Keabadian





Menurut kisah Mesir kuno, Nefertiti adalah ratu yang terkenal dengan kecantikannya diperkirakan hidup pada
tahun 1370 SM - 1330 SM.

Berikut sekilas sinopsis tentang Nefertiti yang di angkat dari tulisan Michelle Moran dari novelnya yang disertai dengan riset dan penelitian "Nefertiti Sang Ratu Keabadian"

Nefertiti, wanita tercantik di seluruh Mesir, sudah ditakdirkan menjadi Ratu. Ia memasuki istana Thebes pada usia 15 tahun sebagai calon permaisuri pangeran Amenhotep IV. Nefertiti adalah anak dari saudara kandung Ratu Tiye, wazir Ay. Bermata biru, leher jenjang, garis wajah yang tegas. Kesempurnaanya menjadi lambang kecantikan di abad itu. Caranya berpakaian, berjalan, bahkan memandang ditiru oleh wanita-wanita bangsawan. Dia dicintai dan ditaati oleh rakyatnya.

Nefertiti hidup sebagai Ratu yang penuh ambisi. Ambisi akan kekuasaan dan keabadian. Ia ingin namanya terukir dalam prasasti sejarah dan akan dikenal oleh umat manusia setelahnya. Dengan sang suami, Fir'aun Amenhotep IV, di sisinya ia secara perlahan mengukir namanya dan suaminya di setiap sudut istana dan kuil Aten yang mereka bangun. Ambisi sang Ratu akan keabadian dan ambisi sang Fir'aun akan Dewa Aten, disebut sebagai Dewa yang hanya dipahami oleh mereka sendiri, bersinergi dalam kekuasaan tak terbatas. Untuk memenuhi ambisi itu mereka membangun sebuah kota bernama Akhetaten setelah kematian sang Ayahanda Raja. Kota di tengah padang pasir yang sekarang dikenal dengan nama Amarna. Amenhotep kemudian mengganti namanya menjadi Akhenaten sebagai bentuk pemujaan terhadap Dewa Aten. Setiap sudut kota Amarna dihias dengan patung Nefertiti dan Akhenaten bahkan hingga ke kuil-kuil, mengingatkan kepada rakyat bahwa mereka mengawasi rakyat layaknya dewa. Setiap dinding di seluruh istana diukir dengan aktifitas sehari-hari sang ratu dan keluarganya oleh seorang pematung terkenal, Tuthmose, yang ia pekerjakan khusus di istana. Mereka telah mendewakan dirinya sendiri.

Masa kekuasaan Nefertiti dan Akhenaten disibukkan dengan pembangunan kota Akhetaten, sebuah kota persembahan kepada Dewa Aten. Wazir Ay, ayah Nefertiti, bertindak sebagai penguasa di belakang tahta yang mengurus urusan kerajaan karena Akhenaten sibuk dengan kota barunya. Ia tidak mau menerima utusan negara sahabat, mendegar keluhan rakyat, bahkan ia membenci prajurit yang pada masa ayahnya telah berjasa meluaskan wilayah kekuasan Mesir hingga ke Palestina dan sekitarnya. Ia tidak peduli akan ancaman bangsa Hatitte yang merangsek ke wilayah perbatasan, membantai rakyat, memperkosa dan memperbudak mereka. Untuk meredam kemarahan rakyat, mereka secara rutin membagi-bagikan deben emas, perak, dan tembaga melalui jendela penampakan.

Nefertiti tidak berhenti memberikan anak untuk sang Fir'aun. Di tengah usahanya mempunyai putra mahkota, Nefertiti telah memberikan 6 orang putri yang sangat disayangi oleh Fir'aun. Ia tampaknya lega bahwa tidak ada putra mahkota yang terlahir dari rahim sang Ratu. Pengkhianatannya kepada sang Ayahanda Raja membuatnya takut akan memiliki putra mahkota.

Kekuasaan Amenhotep diakhiri dengan wabah penyakit yang memakan korban hingga lebih dari 2.000 orang termasuk 4 putri kecilnya. Sepeninggal Amenhotep yang diceritakan terkena wabah, Nefertiti memimpin Mesir. Ia mengembalikan ibukota ke Thebes, memulihkan Dewa-Dewi rakyat Mesir, dan mengirim pasukan ke perbatasan di selatan untuk mengusir bangsa Hatitte yang terus mencaplok wilayah perbatasan. Tidak lama memerintah, Nefertiti dibunuh oleh pendeta Aten yang tidak terima kebijakan Nefertiti mengembalikan Dewa Amun kepada rakyat Mesir.

Nefertiti, ratu sekaligus firaun yang dikenal dengan kecantikannya yang termasyur hingga saat ini tewas oleh penganut kepercayaan yang dulu ia sebarkan bersama Amenhotep, suaminya. Dengan demikian, era kepemimpinan Nefertiti digantikan oleh Tutankhamun yang ketika itu baru berusia sembilan tahun.


Gambar Nefertiti

Di abad modern ini, Jerman dan Mesir terlibat pertikaian diplomatik untuk menguasai patung ratu yang melegenda itu.

Patung Nefertiti berusia 3.400 tahun dan kini disimpan di Berlin, Jerman. Mesir mengirimkan surat kepada Jerman agar artefak tak ternilai harganya itu dikembalikan ke tempatnya semula di pinggiran Sungai Nil.

Patung Nefertiti dipertontonkan pada publik di Berlin sejak 1923 setelah ditemukan oleh arkeolog Jerman, Ludwig Borchardt, di Amarna , pada 1912. Patung ini menjadi tontonan top di Berlin dan dilihat setengah juta pengunjung tiap tahun.






Patungnya

Mesir, yang menuding Jerman menguasai Nefertiti secara ilegal degan cara culas, telah berupaya membawa pulang patung istri salah satu firaun di Mesir itu lebih setengah abad. Pada hari Senin , Ketua Mahkamah Agung Mesir untuk Barang Antik Zahi Hawass menyatakan bahwa 'permintaan resmi' telah dikirimkan ke Jerman untuk meminta patung itu dipulangkan.

"Kami meminta harta yang unik ini dikembalikan ke pemiliknya yang berhak, masyarakat Mesir," ujar Hawass seperti dilansir The Independent, Rabu .




Gambar Mumminya

Hawass menyatakan, permintaan itu mendapat dukungan penuh dari pemimpin Mesir dan Menteri Kebudayaan dan telah dikirimkan kepada pemerintah Jerman dan Yayasan Warisan Budaya Prusia, yang mengelola Neues Museum di Berlin, tempat Nefertiti disimpan.

Namun Jerman menolak tuntutan Mesir itu kemarin. "Itu bukan permintaan resmi," kata jubir Kemlu. "Sebuah permintaan resmi adalah dari satu pemerintah ke yang lain," imbuhnya.

Dia menyatakan Jerman, yang berargumen patung itu terlalu rapuh bahkan untuk dipinjamkan ke Mesir, akan tetap menolak tuntutan pengembalian Nefertiti.

Wikipedia menulis, Nefertiti adalah Permaisuri Agung dari Fir'aun/Pharaoh Amenhotep IV , dan merupakan ibu mertua dan mungkin ibu tiri dari Pharaoh Tutankhamun.

Ia juga kemungkinan memerintah kerajaan dalam waktu singkat dengan nama Neferneferuaten-Nefertiti setelah suaminya meninggal dan sebelum bertahtanya Tutankhamun. Secara kasar namanya diterjemahkan menjadi "wanita yang cantik telah datang."

Sebagian namanya juga berarti manik-manik emas yang terjulur panjang, disebut nefer, yang ia sering tergambarkan memakainya. Ia terkenal dengan patung dadanya yang berada di Berlin. Patung ini merupakan karya yang banyak ditiru. Dibuat oleh pematung bernama Thutmose, dan ditemukan di peninggalan tempat ia bekerja. Patung ini menjadi contoh bahwa pada zaman Mesir kuno sudah ada pemahaman proporsi wajah realistik.

Semoga bermanfaat.

Sumber : Terberita News/Sinopsis Nefertiti Sang Ratu Keabadian


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi