TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

Pemandangan Unik di Bulgaria, Gereja 'Teronggok' di Tengah Danau



Bila mencari tantangan saat berlibur, Anda bisa mengunjungi tempat ini. Ada sebuah pemandangan unik di Bulgaria. Sebuah gereja kuno bersejarah tampak mencuat dari tengah danau Zhrebchevo yang luas. Reruntuhan gereja bernama St. Ivan Rilski yang terendam danau buatan di Zhrebchevo Dam, Bulgaria.

Seperti dilansir Huffington Post, Zhrebchevo Dam berada sejauh 175 mil dari ibu kota Sofia, dapat ditempuh selama tiga jam perjalanan dari Sofia, ibu kota Bulgaria. Selain tempat untuk mempelajari situs sejarah reruntuhan St Ivan Rilski, dam itu sendiri menjadi tujuan wisata populer bagi turis, fotografer dan pemancing dan salah satu tempat paling murah untuk dikunjungi.

Pengunjung akan melihat cekungan pada desain bangunan yang memberi sentuhan klasik. Secara sekilas, bangunan ini memang terlihat seperti penjara dengan detail cekungan pada beberapa bagian.

Turis juga akan merasakan sensasi sedikit menyeramkan saat air tengah surut. Saat itu, pengunjung dapat melihat sisa-sisa pemakaman di gereja. Secara keseluruhan, tempat ini cocok untuk Anda yang ingin menikmati sepi dan sensasi berlibur sedikit seram di alam bebas.

Bagaimana ceritanya gereja tersebut bisa ada di sana?




Gereja yang berada di tengah danau ini bernama St Ivan Rilski yang menjadi satu-satunya bukti keberadaan suku Zapalnya. Komunitas tersebut mendiami sebuah desa hingga akhirnya diusir oleh pemerintahan komunis untuk membangun bendungan. Mereka "kabur" ke desa tetangga ketika wilayahnya direndam air untuk membuat danau buatan.

Kini gereja tersebut tampak mencolok menjulang di tengah dam di dekat kota Tvardica itu. Sedangkan rumah-rumah Zapalnya yang dihancurkan sebelum diguyur air pada 1965 kini terendam di dasarnya. Kini Zapalnya telah lenyap dari peta, kota itu eksis sebelum abad ke-13 dengan nama berbeda.



Menurut keterangan radio lokal, gereja itu dibangun pada 1895 dan menjadi jantung kehidupan di Valley. Saat itu Zapalnya dikenal sebagai penghasil minyak mawar di era Ottoman.

Entah kenapa gereja tersebut tidak ikut diratakan dengan tanah sebelum dijadikan dam. Namun untungnya kini menjadi daya tarik tersendiri. /viva.co.id





SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi