TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

[NO SARA] Suka Duka jadi orang Minoritas di negeri ini ( keturunan tionghoa )

PEMBUKAAN

Selamat siang agan dan aganwati sekalian... nubi mau berkicau sebentar nih... mohon maaf sebelumnya jika tulisan saya jelek banget...
O iya,, pertama- tama kenalin dlu...ane adalah salah satu mahasiswa universitas swasta di kota Lunpia dan ane juga kerja jadi karyawan swasta di suatu perusahaan sanitari.
Sebelumnya ane cuma jadi SR aja buat mengisi waktu luang jika lagi jenuh atau tidak ada kerjaan, multi-quote aja ane masih gak paham .Oke cekidot mari kita lihat apa aja sih "Suka duka jadi orang minoritas di negeri ini".
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Paling Sering dikatain "pelit" padahal gak semuanya begitu


*cth percakapan 2 orang antar si A dengan si B*
A : hai bro, pinjam duit donk...gocap aja besok gua ganti...secara lu kan tajir
B : waduh bro, duit gua juga tinggal gocap nih...mana ortu belum kasih duit bulanan kos lagi...
A : yaelah bro pelit amat sih...besok juga pasti gua ganti bro....
B : yaudalah bro nih pake dlu duit gue...

*cth lagi
A : bro, bagi rokoknya ya bro...
B : oke bro, ambil aja...
*keesokan harinya
A : bro, bagi rokoknya ya bro...
B : oke bro, ambil aja...
*keesokan harinya sampai Daus Mini udah gk Mini lagi
A : bro, bagi rokoknya ya bro...
B : yaelah bro, rokok gua tinggal sebatang nih...buat habis makan setelah buka puasa ntar bro
A : pelit amat sih lu!
B : !@#$%^&*

Nih gua jelasin buat kalian - kalian semua, kami tuh sebenarnya gk "pelit" kok...cuman ya namanya manusia pasti ada kesabarannya...
gua mah kalo orangnya suceng mah gakpapa kok... masa iya tiap kemana - mana mesti kita yang bayarin? masa iya rokok aja gak bisa gantian? ASUdahlah...

2. Paling Sering dikatain "Cina" padahal kita juga WNI

Buat kalian kaum minoritas khususnya keturunan tionghoa pasti semasa hidupnya pernah deh diledekin kayak gini... "ah cina lu" atau "singkek" atau apalah... gua gk habis pikir katanya "Bhinneka Tunggal Ika" berbeda - beda tapi tetap satu jua?? emang kalo kita beda terus kenapa? gua juga WNI keles , masa iya tiap kumpul KTP gua jadiin name tag biar pada percaya kalo gua WNI?? tapi gua percaya kok warga Kaskus pada pinter - pinter semua , jaman segini masih rasis?

3. Paling mudah diinget di kalangan mayoritas


Daritadi ngomongin duka mulu ya??
Nih gua ngomongin sukanya dah.... ini berdasar pengalaman pribadi banget... gua dlu sekolah di SMK Negri yang mayoritasnya ya you know what lah... entah kenapa... mungkin karena "unik" kali ya makanya cepat banget dihapal oleh guru sama temen - temen. Tapi karena ini, gua dapet nilai lumayan lah...mungkin karena gua aktif juga ya?

4. Kebanyakan dapet insting jadi seorang wirausaha


Gua bingung ini apa cuma gua ato semua kayak gitu... tapi setelah ane survey ke beberapa orang... 8 dari 10 orang kebanyakan pingin kerja jadi wirausaha dan 2 sisanya pingin jadi relasi dari ke 8 orang itu... *survey ngawur
Alesan kenapa pada berfikiran kayak gitu :
a. Ingin mewarisi usaha ortu
b. Dari kecil sudah di mindset menjadi wirausaha
c. ....................

5. Kalau beli barang pasti nawar sadis

Nah ini yang ngeselin... dan poin ini berkesinambungan dengan poin 1.
*ilustrasi
Pagi hari ane suruh beli bahan - bahan bumbu dapur di pasar...lalu ane ketemu sama 2 pembeli...yang satu orang Jawa ...yang satunya orang keturunan tionghoa ...keduanya beli daging ayam yang telah dipatok harganya sama penjual seharga Rp.20.000,00.
P : penjual , A , B
P : silahkan dipilih ayamnya bu,,masih segar...*bla bla bla
A : kalau yang ini berapa pak?
P : itu harganya Rp.20.000,00 bu..
A : 10ribu ya, temen sendiri...
P : yaahhh jangan bu,,, belum cukup modalnya....
A : yauda kalau gitu *cus lari....
P : eh bu bu,,sini bu
A : gimana pak? 10 ribu jadinya?
P : yauda deh...buat langganan...
*skip *skip *skip

P : silahkan cik dilihat dagangannya...
B : iya...ini berapaan? *sambil nunjuk daging ayam
P : itu 20ribu
B : yah,mahal amat....kurangin dikit yah...10ribu...
P : ndak bisa cik...gk balik modal cik...
B : yaudah makasih pak *cus kabur berharap dipanggil
P : *gremeng-gremeng !@#$%^**
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ini masih mending jika si penjual cuma "gremeng-gremeng" saja, coba kalau langsung ngata-ngatain "pelit amat jadi pembeli" ato gimanalah....
Dari ilustrasi diatas kan terlihat nawarnya sama-sama harganya...tapi kenapa perlakuannya beda? ndak tau dah.... tapi ini ndak semua orang kayak gitu loh...fyi: ane kalo beli barang ndak pernah nawar sekalipun itu di pasar...

Nih definisi pasar

Pasar atau market adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi ekonomi yaitu membeli atau menjual barang dan jasa atau sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi lainnya. Pada dasarnya pasar tidak menunjuk pada suatu lokasi atau tempat tertentu, karena pasar tidak mempunyai batas-batas geografis. Sistem jaringan komunikasi modern telah mampu meniadakan hambatan atau batasan goegrafis, sehingga memungkinkan pembeli dan penjual dapat bertemu/bertransaksi tanpa harus saling melihat wajah masing-masing.

Pengertian Pasar di sini lebih menitik beratkan pada arti kegiatan ekonomi yaitu transaksi jual dan beli. Dalam ilmu ekonnomi pasar didefinisikan sebagai besarnya permintaan dan penawaran pada suatu jenis barang atau jasa tertentu. Jadi pasar merupakan permintaan dan penawaran secara keseluruhan untuk barang dan jasa tertentu. Di sini pasar merujuk pada semua kegiatan penawaran dan permintaan termasuk untuk tenaga kerja, modal, surat berharga, dan uang.



Sekian curhatan ane....mohon maaf jika ane ada kesalahan ketik atau menyinggung salah satu diantara kalian....
ane gk bilang semua orang kayak gitu ya... cuma "kebanyakan" . Silahkan yang mau ngasih cendol atau bata atau abu gosok monggo...

jangan rasis lagi gan/sis...kita hidup udah dijaman modern kayak gini...ya namanya ceng-cengan/ledek-ledekan sesama temen wajar lah... tapi tolong usahakan ejekannya jangan ke bentuk SARA...jadilah manusia cerdas....inget Bhinneka Tunggal Ika...semboyan yang sampai saat ini sepertinya belum terealisasikan sepenuhnya...


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi