TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

Layung

Layung...

Hoammmm….. jam berapa ini? Kubuka mataku lebar mencari tahu situasi apa yang kulewatkan saat terbangun dalam tidur yang cukup panjang..

Terakhirkali kuingat rasanya sedang tertidur di kamar ibuku karena sakit kepala yang begitu menyiksa, sudah lama kurasakan sakit kepala dan pening namun malam tadi sakitnya agak berlebihan. Aku tak sanggup berdiri dan berjalan menuju kamarku, dan kuputuskan untuk tidur di kamar ibu. Kemana semua orang yah? Kamar ibu sepi sekali. Aaaaah… segar sekali pagi ini, eh.. ini pagi atau siang ya? Entahlah namun bisa kulihat cahaya terang matahari masuk ke dalam jendela kamar ibu yang terletak di lantai 2 rumah ini. Kulihat jam dinding yang menempel diatas lemari besar berwarna coklat, astaga jam 1 siang! Aku melewatkan kuliahku pagi tadi, astagaaaa…. Mana dosennya Bu Sinta, dia yang paling galak dan menyebalkan diantar dosen-dosen lainnya, mampusss aku. Ah sudahlah, aku bisa meminta Ayah membuatkan surat sakit, sudah sejak SD kugunakan kelicikan ini hehe. Profesi ayah adalah dokter umum, dan ayah tak pernah tega melihatku menangis jika mulai merengek malas pergi sekolah, dia akan segera membuatkan surat sakit untuk dikirimkan ke sekolahku.. begitu seterusnya hingga kini kududuk di bangku kuliah semester 6.

Siang ini aku merasa sangat sehat, tak pernah kurasakan tubuhku sesehat ini, perasaan kemarin-kemarin kepalaku selalu saja sakit saat terbangun dari tidur, tapi kali ini rasanya lain. Ini pasti berkat keajaiban tempat tidur Ibu! Kalau saja tahu daridulu tempat tidur ini bisa menyembuhkan sakit kepalaku, pasti setiap hari aku akan menidurinya. "Nanti malam Layung tidur lagi disini ya buu..", ucapku sambil tersenyum dan perlahan mengangkat tubuhku bernjak dari tempat tidur. Ya ampuuun Ibuu, kamar ini berantakan sekali… baju-baju berserakan diluar lemari, sepertinya ibu yang bekerja sebagai dosen di sebuah universitas lagi-lagi terlambat pergi ke kampusnya. Aku termenung sejenak, semalaman tadi aku meniduri kasur ayah dan ibu, lalu mereka tidur dimana ya? Ah sudahlah, mungkin malam tadi mereka tidur di kamarku, aku yakin Ayah tak akan mengijinkan Ibu untuk membangunkanku yang tertidur pulas. Kuputuskan untuk membereskan tempat tidur dan lemari yang sangat berantakan.

"Antikkk… Antikkk…", kupanggil adik perempuanku dari lantai 2 tepat didepan kamar Ayah dan Ibu, sepi…. Tak ada jawaban. Biasanya dia pulang ke rumah jam 11 di hari Jumat, eh.. ini jumat kan? Aku bingung sendiri, tapi aku yakin ah ini hari jumat karena kemarin siang aku baru melewati kuliah Fisika Dasar , untuk kali ketiga aku terpaksa mengulang mata kuliah ini karena tidak pernah berhasil lulus melewatinya, aku benci hari kamis! Makanya aku yakin banget ini pasti hari Jumat, kemana si Antik yah? Aku mencarinya hanya untuk menanyakan apakah dia sudah makan siang atau belum. Aku hafal betul kesukaan Antik, kebetulan aku agak piawai dalam soal memasak… Antik paling suka kumasakkan oseng-oseng lidah sapi saus tiram, sesuai dengan namanya makanan favorit adik perempuanku ini juga sangat antik. Entah mendapat ilham dari mana Ayah dan Ibu mendapatkan nama-nama kami, kakak laki-lakiku bernama Jimbar… diambil dari nama tempat di Bali bernama Jimbaran dimana untuk pertamakalinya mereka bertemu dan saling jatuhcinta…hhhhhhh Jimbar selalu terlihat sebal jika kami ingatkan soal silsilah namanya, namaku Layung yang konon karena aku lahir saat matahari hampir terbenam dan langit berwarna oranye..dalam bahasa Indonesia Layung berarti senja, ini yang paling aneh hahahah seharusnya adikku bernama Cantik namun Ayah memprotesnya karena takut anaknya akan menjadi centil dan rewel.. maka Ibu yang tetap ingin mempertahankan huruf-huruf dalam calon nama adikku membuang huruf C didepannya.. Tadaaaa! Jadilah Antik. Keluargaku agak nyentrik, mungkin karena darah seni yang menurun dari Ibu yang menekuni dunia seni Teater, Ayahlah yang menormalkan Ibu agar selalu menapaki tanah sehingga keluarga kami tetap terjaga tak terlalu terbang menjadi pribadi unik menyerupai alien.

Ah sepi sekali rumah ini, biasanya Antik yang paling cepat sampai di rumah, menyusul Ibu, aku, Jimbar, lalu Ayah, namun siang ini bahkan Antikpun belum sampai di rumah. Ya sudahlah tak ada salahnya jika kubereskan seluruh isi rumah ini lalu memasakkan makan siang untuk Antik. Kulangkahkan kakiku menuruni tangga menuju lantai satu dimana semua kegiatan keluarga ini terpusat, ya ampunnnn!!!! Berantakan sekali sihh!!!! Tak biasanya rumahku kacau berantakkan, ini ada apa sih? Aku bingung sebenarnya apa yang sudah kulewatkan selama kutertidur pulas semalaman ini.
Sudahlah, kuputuskan untuk merapihkan semuanya. Banyak sekali jejak telapak kaki di lantai rumah seperti bekas diinjaki banyak orang, jorok sekaliiiii… hal yang pertama kulakukan adalah menyapu dan mengepel lantai rumah yang cukup luas, tak banyak barang di lantai bawah karena Ibu lebih menyukai lantai ini kosong agar bisa dijadikan tempat latihan teater. Banyak sekali karangan bunga tanpa nama diatas meja ruang tamu depan, ini semua untuk siapa sih? Pasti buat jimbar deh, harus kuakui wajahnya memang tampan sehingga pemandangan seperti ini sudah tak aneh bagiku, banyak sekali wanita agresif yang mengirimkan berbagai hadiah untuknya ke rumah ini, biasanya sih coklat atau makanan makanan aneh yang sangat lezat…aku dan Antik yang kegirangan karena ikut menikmati semua hadiah yang diberikan mereka untuk Jimbar. Jimbar tak pernah mengajak seorangpun wanita ke rumah ini untuk dikenalkan sebagai pacar, padahal usianya sudah 25, tak ada satupun dari wanita-wanita agresif itu yang mampu menaklukan hatinya, aku dan Antik pernah bergunjing "Jangan-jangan kakak laki-laki kita itu menyimpang yah" hihi. Ku rangkai bunga-bunga berbagai macam warna itu kedalam vas-vas bunga kosong yang cukup banyak ditemui di rumah ini, indah juga.. Ibu pasti suka melihatnya.

Sudah hampir 2 jam kurapikan seluruh isi rumah ini, tak satupun dari anggota keluargaku menampakkan batang hidungnya. Biasanya aku tak pernah bersemangat seperti semangat yang kupunya di hari ini, gila juga ya… biasanya mencuci piring saja membuat kepalaku sakit karena tak kuat berdiri lama-lama, namun hari ini lihatlah! Hampir seluruh isi rumah menjadi kinclong! Suatu prestasi luar biasa bagi seorang Layung. Walau Antik belum juga pulang, sepiring penuh oseng-oseng lidah sudah tersaji untuknya di meja makan, adik kesayanganku itu pasti akan melahapnya sampai habis, menurutnya aku adalah koki nomor satu di dunia.. entah tulus atau hanya agar setiap hari kumasakkan sesuatu untuk mengisi perutnya. Rumah ini tak mempunyai pembantu, semuanya dilakukan oleh anggota keluarga. Sebenarnya orangtuaku mampu mempekerjakan seorang asisten rumah tangga, namun mereka tak suka melihat anak-anak mereka manja dan menjadi malas, dalam hal ini kuacungkan jempol untuk mereka hihi walaupun diantara semuanya akulah yang paling malas bekerja kasar, aku hanya suka memasak.. tugasku adalah koki di rumah ini.
Tubuhku terasa segar hingga detik ini, rasanya seperti tak berkeringat bahkan hauspun tidak. Aku masih mengenakan celana tidur berwana krem dipadupadankan dengan kemeja putih yang kemarin masih kupakai kuliah, enggan rasanya untuk mandi…tanpa mandipun aku sudah merasa sangat segar. Sudah jam 5 sore, dan tak satupun anggota keluargaku yang pulang, aku mulai kesal… Televisi yang sejak tadi kutonton sudah mulai sangat membosankan, gossip lagi gossip lagi… tidak menarik. Mau tidurpun rasanya sulit sekali karena benar-benar tubuhku ini sedang sangat fit, tak satupun keluhan yang kurasakan sepanjang hari ini. Hey, bahkan sedikit makananpun belum ada yang masuk ke dalam perutku… aku tidak membutuhkan apa-apa, hanya ingin segera mereka datang.

Mungkin mereka semua sibuk, mungkin Antik mengerjakan tugas di rumah temannya, Ibu rapat, Ayah masih praktik di rumas sakit, Jimbar lembur di kantornya, segala kemungkinan berputar-putar diatas kepalaku saat kudengar Adzan Magrib berkumandang dari masjid yang tak jauh dari rumah. Sebaiknya aku shalat Magrib dulu sekarang, sambil menanti mereka datang. Ah mandi sajalah, sebaiknya begitu saat menghadap Tuhan. Kulakukan shalat Magrib di kamarku yang sudah sangat rapi dan wangi karena berkali-kali kusemprotkan parfum kamar dengan bau melati kesukaanku, kuganti sprey Hijau Toscaku dengan sprey putih bercorak bunga Rose yang belakangan ini begitu jarang kupakai. Hari ini damai sekali bagiku, seperti terlahir kembali… kulipat sajadah dan mukena dan menyimpannya diatas tempat tidur. Kuberkaca di depan cermin, baru kali ini kuakui bahwa wajahku lumayan juga.. hari ini tampak lebih bersinar daripada sebelumnya. Aku ini sedang dilahirkan kembali yah? Kemana semua kantung mataku? Biasanya mereka menggelayut dibawah mataku akibat kegiatan kuliahku yang menyita waktu tidur. Tempat tidur Ibu memang ajaib, aku terlahir kembali menjadi Layung yang baru setelah semalaman menidurinya. Lamaa sekali kubercermin menikmati diriku yang baru.

Suasana sudah semakin malam, tanda-tanda kepulangan seluruh anggota keluargakupun sepertinya tidak ada. Kali ini tidak khawatir, aku merasa begitu tenang tak was-was seperti biasanya.. segala pemikiran positif mengenai keberadaan mereka terus berputar dikepalaku menghalau rasa resah dan takut. Aku berbaring diatas tempat tidur kamar, menengadah menatap langit-langit, bernyanyi-nyanyi kecil, berterimakasih kepada Tuhan atas mukjizat dadakan yang kuterima hari ini. Kupejamkan mata meski rasa kantuk sama sekali tak terasa, tak mengapa….kupejamkan saja mata ini… menunggu yang lainnya datang, tak sabar rasanya menceritakan semua yang kualami hari ini.


Kira2 menurut agan kemana keluarga layung?? Boleh rate dl gan en cendolny hehe nnt saya update part2 ny


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi