TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

Hutan Pohon sudah Biasa, Bagaimana Kalau Hutan Batu?



Hidup di perkotaan, suasananya pun sangat ramai. Banyak yang menyebut kota metropolitan sebagai sebuah hutan beton. Penyebutan itu merujuk pada banyaknya gedung-gedung pencakar langit yang berdiri di kota metropolitan seperti Jakarta sebagai contohnya.

Dengan kondisi seperti itu, tak heran kalau banyak warga kota metropolitan yang memilih untuk berlibur di tempat yang berbeda. Ada yang memilih untuk pergi ke pantai, dan tak sedikit pula yang condong untuk berpetualang ke gunung ataupun hutan.

Di negara Cina, tepatnya di kota Kunming yang menjadi ibukota Provinsi Yunnan, terdapat sebuah hutan unik. Kalau biasanya hutan dipenuhi dengan pepohonan hijau, maka hutan yang ada di Kunming disebut dengan Stone Forest atau Hutan Batu atau kalau dalam bahasa mandarin disebut Shilin. Bukan hutan beton seperti layaknya di kota metropolitan lho ya.


Stone Forest ini tepatnya berada sekitar 90 kilometer dari pusat kota Kunming. Stone Forest ini pun menjadi salah satu tempat wisata yang masuk dalam UNESCO World Heritage Site. Secara keseluruhan, Shilin National Scenic Area ini mempunyai luas mencapai 350 kilometer persegi.

Shilin ini pun sudah terkenal sejak dulu. Bahkan pada masa pemerintahan Dinasti Ming dari tahun 1368 hingga 1644, Shilin ini dikenal sebagai 'First Wonder of the World' atau Keajaiban Dunia yang Pertama.

Shilin National Park ini terbagi menjadi delapan area. Dan dari delapan area tersebut, terdapat tiga bagian yang merupakan hutan batu. Tiga area yang dimaksud adalah Major Stone Forest, Minor Stone Forest serta yang terakhir adalah Naigu Stone Forest.

Major dan Minor Stone Forest

Major dan Minor Stone Forest ini mencakup wilayah mencapai 83 kilometer persegi. Formasi batuan yang ada di tempat ini pun bakal sangat mirip dengan benteng kuno serta baerbagai jenis binatang. Bergantung pada kemampuan imajinasi tiap orang juga sih kalau penggambaran kemiripan batu di tempat ini.

Di Stone Forest ini, terdapat beberapa tempat yang bahkan mempunyai julukannya tersendiri. Ada yang disebut dengan Lotus Peak, Sword Peak Pond, Phoenix Combing Wings dan lain-lain. Dan kalau ingin mencari tempat yang pas untuk bisa menikmati pemandangan di Stone Forest ini bisa menuju ke Pavilion of Watching the Peaks atau yang dalam bahasa mandarin disebut dengan nama Wangfengting.

Dan dari sekian banyak spot yang ada di Stone Forest, terdapat satu tempat yang sangat terkenal. Tempat tersebut adalah Rock of Ashima. Batu Ashima ini mempunyai bentuk sangat mirip dengan seorang gadis dari etnis Sani yang merupakan etnis cabang dari suku Yi. Bahkan ada legendanya tersendiri terkait cerita Ashima ini.


Batu Ashima ini terlihat seperti mempunyai sapu tangan atau kerudung pada bagian kepalanya. Di belakang 'gadis Suku Sani' ini pun terdapat sebuah batu yang berbentuk mirip dengan kerajang bambu.

Naigu Stone Forest

Naigu Stone Forest ini lokasinya berjarak sekitar 10 kilometer dari Stone Forest. Nama Naigu menurut bahasa yang digunakan oleh etnis Yu yang tinggal di Provinsi Yunnan mempunyai arti 'kuno dan hitam'. Nama tersebut pun merepresentasikan kondisi batu yang ada di Naigu Stone Forest ini.

Naigu Stone Forest mempunyai area seluas 30 kilometer persegi. Batu-batu yang ada di Naigu Stone Forest ini pun mempunyai berbagai bentuk. Ada yang mempunyai penampilan seperti sebuah tower, rumah ataupun berbagai bentuk hewan.


Tempat ini pun banyak dikunjung oleh wisatawan dan bahkan menjadi lokasi syuting film yang mengangkat cerita novel Romance of the Three Kingdom. Selain itu, tempat ini juga mempunyai sembilan gua karst yang salah satu di antaranya bernama White Cloud Cave bisa dikunjungi oleh para wisatawan.

Tak hanya mempunyai pemandangan cantik karena hutan batunya, Naigu Stone Forest ini juga dikelilingi oleh padang rumput hijau. Dengan suasana seperti itu, berkunjung ke tempat ini pada musim panas ataupun semi, pemandangannya bakal sangat cantik. Di mana wisatawan bisa melihat padang rumput yang diwarnai oleh bunga bermekaran.

Untuk melakukan kunjungan ke tempat ini, bisa dilakukan kapan pun sih dan buka dari pukul 8.30 hingga 18.30. Karena tempat ini dibuka sepanjang tahun. Selain itu, untuk akses masuknya, dikenakan biaya masuk sebesar 175 RMB per orang per hari. Ada pula peta yang dijual dengan harga sebesar 10 RMB. Meski untuk peta kemungkinan tidak perlu dibeli. Karena di dalam area terdapat peta petunjuk yang membantu para wisatawan.

Akses transportasi dari Kunming menuju ke Stone Forest pun bisa dilakukan dengan menggunakan bus umum. Ada bus yang berangkat dari Kunming East Coach Station menuju ke Stone Forest setiap 20 atau 30 menit sekali. Selain itu kalau dari Stone Forest menuju ke Naigu, juga ada transportasinya yang berangkat setiap 40 menit.

SUMBER

SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi