TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

Hanya dari Daun Jeruk Purut Sujarwo Bisa Sukses





Jeruk purut atau Citrus Hystrix DC merupakan tumbuhan perdu yang bisa dimanfaatkan mulai dari daun, batang, hingga daunnya. Semua yang ada di tumbuhan ini bisa dijadikan bahan bumbu dapur, kosmetika hingga farmasi. Di balik aromanya yang segar, ternyata jeruk purut menyimpan sejuta potensi. Hanya dari daun jeruk purut Sujarwo bisa sukses. Tidak percaya? Berikut laporan jurnalis wartawirausaha.com

Peluang usaha jeruk purut saat ini dan ke depan, menjanjikan prospek yang luar biasa. Permintaan besar dari pabrik-pabrik makanan instan; seperti mie instan, bubur instan dan lainnya membutuhkan komoditas ini. Tak hanya itu, pabrik-pabrik besar di bidang kosmetik juga membutuhkan komoditas ini. Belum untuk industry makanan di UKM. Dalam pembudidayaan jeruk purut ini, ternyata mudah dan sangat cocok dengan iklim di Indonesia.

"Jeruk purut merupakan tanaman perdu yang mudah perawatannya. Selain itu, selama lebih dari 20 tahun, jeruk purut tetap masih bisa dipanen sekali dalam tiga sampai empat bulan." Ujar Sujarwo seorang petani jeruk purut asal Magetan.

Sujarwo sendiri memfokuskan diri dari hasil panen daun jeruk purut. Dibanding buah, daun jeruk purut menurut Sujarwo memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. "Harga 1 kg daun jeruk purut mampu mencapai 10 hingga 17 ribu, sedangkan buahnya hanya berkisar di angka 10 ribu. Untuk pemasarannya sendiri, lebih mudah. Tapi, selain daun dan buah, batang jeruk purut yang mati juga masih laku dijual. Kadang ada orang yang mau beli batang-batang jeruk purut yang sudah mati dengan harga 300 – 500 rupiah per batangnya." Tambahnya.



Pembudidayaan Jeruk Purut Mudah

Seperti halnya tanaman perdu, budidaya jeruk purut dinilai cukup mudah. Bibit jeruk purut bisa didapatkan melalui perbanyakan vegetatif, atau penyambungan tunas pucuk. Sedangkan lahan atau tegalan yang hendak ditanami jeruk purut, dibersihkan terlebih dulu dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman sebelumnya. Agar memudahkan dalam memanen dan pemupukan, tanah yang sudah bersih dibuat kelompok galengan atau gundukan tanah. Dimana satu kelompok berisi bebrapa galengan. Menurut Jarwo, satu galengan idealnya berisi 80 batang pohon yang ditata sejajar dengan jarak masing-masing pohon adalah kurang lebih 30 cm.

"Sebelum mulai ditanami jeruk purut, media tanahnya terlebih dulu dilepi lalu diberi pupuk kompos kering saat air surut. Setelah itu baru mulai ditanami bibit jeruk purut yang sudah memiliki tinggi 40 cm. pemberian pupuk kompos yang dicampur NPK akan membuat pohon cepat tumbuh besar, dan meningkatkan produktivitas cabang serta daun." Tambah Jarwo, yang saat ini memiliki 3000 batang.

Awal-awal masa tanam, adalah masa-masa yang membutuhkan kesabaran. Pertumbuhan jeruk purut di masa awal cenderung agak lambat dan relatif rentan terhadap jamur. Di masa awal, meski sering cek kelembaban batang pohon. Namun, setelah melewati tiga hingga lima tahun, perawatannya relatif jauh berkurang, sebab produktivitas daun pohon jeruk purut mulai tinggi. Saat panen pertama, daun jeruk purut yang dihasilkan biasanya belum seberapa banyak. Hal ini disebabkan, pada tahun pertama, pohon biasanya hanya memiliki satu atau dua cabang saja.

Semakin Banyak Tahun, Semakin Banyak Cabang, Semakin Banyak Laba

"Jeruk purut itu termasuk tumbuhan unik, setiap kali cabangnya ditebang atau di potong. Cabang baru akan muncul, dengan jumlah yang semakin banyak. Misalnya, jika satu cabang dipotong, batang jeruk purut akan menghasilkan dua cabang baru yang masing-masing akan berisi helai-helai daun yang siap dipanen. Jika dua dipotong, pohon akan menghasilkan 3 -4 cabang baru lagi." Ujar Jarwo.

Di Indonesia, jeruk purut selalu dijadikan tanaman pekarangan, yang biasanya dipelihara masyarakat pedesaan di belakang atau depan rumah mereka. Hal ini sesuai dengan karakteristik pohon jeruk purut yang tidak menyukai penerimaan cahaya yang tinggi. Karena itensitas cahaya yang tinggi akan mempengaruhi pertumbuhan cabang dan ranting. Karena itu, ada baiknya diberi naunggan khusus, serta mengatur kerapatan tanaman.

"Untuk mengatur itensitas cahaya, saya biasanya menanam tumbuhan lain di sekitar tanaman pohon jeruk purut. Alternatif tanaman yang bisa disandingkan dengan jeruk purut ini adalah kacang-kacangan dan sayuran." Ungkap Jarot.



Tips Membudidayakan Jeruk Purut

Setelah bibit ditanam, siram secukupnya lalu beri mulsa di sekitar batang jeruk. Mulsa ini, memiliki fungsi mengatur kelembapan batang jeruk purut, agar batang-batang yang masih dibawah usia lima tahun tidak cepat membusuk. Bagi petani yang ingin mencoba membudidayakan tanaman ini, Jarot menyarankan agar langsung membeli bibit jeruk purut hasil cangkokkan yang siap tanam. Karena jika mengandalkan porses penanaman biji akan memakan waktu yang lama dan rentan mati.

Salah satu kendala yang perlu diwaspadai dalam membudidakan jeruk purut adalah serangan jamur atau ulat. Salah satu ciri jeruk purut terindikasi kena jamur adalah daunnya berubah menjadi kuning, lalu mengering. "Untuk mengatasi hal ini, saya selalu memberi semprotan fungisida yang dicampur insectisida jika dibutuhkan. Setiap habis panen jangan lupa untuk memberi pupuk NPK, karena pupuk NPK ini mampu membuat daun lebih tebal dan banyak." Tambahnya.

Dari segi pemasaran, Jarot mengaku tidak mengalami kendala yang berarti. Selain secara rutin pengepul datang dan membeli hasil panenannya, Jarot terkadang juga melayani konsumen secara langsung. "Biasanya konsumen yang datang ke rumah adalah ibu-ibu yang ingin membeli beberapa kilo untuk campuran membuat sambal kacang atau digunakan sebagai stok untuk bumbu di dapur." Tutup Jarwo.

Sumurnya ni gan: wartawirausaha.com 


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi