TOTAL POSTS:
TOTAL PAGEVIEWS:


Site navigation: Home | About | Pasang iklan
Notices

view first unread Rate Thread
#1

Total Pageviews

[Seraam abis!!) Game-game horor yang dijamin bikin ente ngompol di celana..!!

  (www.kaskus.co.id) Quote: [CENTER]
Aspek apa yang harus dimiliki oleh sebuah game horror agar benar-benar menyeramkan? Selain atmosfer seram yang mendukung, keterbatasan resource seperti ammo atau bahkan ketidakmampuan sang player untuk melawan balik segala ancaman yang muncul merupakan formula ampuh yang benar-benar mampu menciptakan ketakutan. Hal itulah yang diterapkan oleh beberapa game horror yang ada di list thread ini. Tenang gue kagak copas dari artikel manapun, dan percayalah game-game berikut sangat menyeramkan!!


Quote: Syarat agar dapat menikmati game-game berikut dengan maksimal!!

Quote: Doom 3 (2004)

Game klasik ini adalah game FPS yang dikembangkan oleh Id Software dan Activision, yang menceritakan tentang bencana yang terjadi di sebuah fasilitas pada tahun 2145 di Mars, karena terbukanya portal menuju ke neraka. Akibatnya fasilitas tersebut dibanjiri moster-monster menyeramkan. Game ini sangat revolusioner karena menerapkan bagaimana game horor seharusnya dibuat. Atmosfir yang sangat gelap dan musuh yang keluar secara mendadak membuat orang yang lemah jantung dapat meninggal seketika. Yang lebih menyusahkan, kita nggak bisa menggunakan flash light dan senjata bersama-sama. Artinya saat memakai flashlight dan bertemu dengan musuh kita harus mengganti flash light tersebut dengan senjata. Menyusahkan, tetapi ini merupakan sensasi tersendiri. Mengaku penggemar game horror tapi belum pernah memainkan Doom 3? Apa kata dunia...


Quote: Penumbra - Black Plague (2008)

Mungkin banyak yang belum tahu, bahwa sebelum mengembangkan Amnesia series yang sukses membuat jutaan gamer terkencing-kencing di celana, Frictional Games, sang developer telah mengembangkan dua game fenomenal yaitu Penumbra series. Penumbra: Black Plague adalah game 1st person, yang merupakan sequel langsung dari Penumbra: Overture, yang menceritakan seorang Psikolog bernama Philip yang terjebak di sebuah laboratorium bawah tanah di Greenland. Di tempat itu terjadi wabah virus yang membuat seisi laboratorium menjadi semacam zombie. Seperti halnya Amnesia series, kita nggak bisa melawan balik bila bertemu musuh. Melakukan stealth merupakan suatu keharusan jika ingin bertahan hidup. Alunan musik pun terasa sangat pas untuk menciptakan atmosfer horror. Efek jumpscare banyak bertebaran disini, sanggup membuat siapapun jantungan.


Quote: F.E.A.R - First Encounter Assault Recon (2005)

F.E.A.R merupakan game FPS yang dikembangkan oleh Monolith dan Vivendi. Yang unik, game ini menggabungkan unsur FPS dan horror ala Jepang. Bercerita tentang pembunuhan di sebuah gedung milik Armacham Tech yang dilakukan sekelompok teroris. Ternyata bukan para teroris itu ancamannya melainkan sosok hantu gadis kecil berbaju merah berambut panjang bernama Alma, yang akan selalu menteror pemain di sepanjang game. Kemunculannya yang mendadak dibelakang kita, atau hanya sekedar berdiri di pojok ruangan sambil menatap kita dengan tajam, mampu membuat siapapun berteriak ketakutan. Bahkan teror si Sadako ini tidak hanya itu, kadang dia membuat ruangan yang kita lalui menjadi merah darah disertai suara desahan yang mengerikan. F.E.A.R sebenarnya telah mencapai sequel ke 3, tetapi hanya game pertamalah yang menawarkan horror sesungguhnya.


Quote: Among The Sleep (2014)

Game horor dengan tokoh utama orang dewasa sudah banyak, lantas bagaimana jika tokoh utamanya seorang anak berusia 2 tahun? Hal inilah yang ditawarkan oleh Among The Sleep, game keluaran Krillbite Studios. Menceritakan seorang anak yang terbangun tengah malam dan melihati boneka Teddy-nya diambil oleh semacam kekuatan misterius. Sang anak pun merangkak keluar dari box-nya untuk menyelamatkan boneka hadiah ulang tahun dari ibunya itu. Kita pun diajak melihat isi rumah pada malam hari dari sudut pandang si anak. Karena kita adalah anak kecil, maka semua benda di rumah terlihat besar sehingga menimbulkan sensasi horor tersendiri. Suasana rumah yang gelap ditambah alunan musik yang creepy benar-benar membuat bulu kuduk merinding. Apalagi dengan pintu dan kursi yang tiba-tiba bergerak sendiri, ditambah sosok monster yang entah dari mana, muncul secara tiba-tiba, membuat game ini benar-benar menyeramkan.


Quote: Alien: Isolation (2014)

Semua penggemar film pasti sepakat bahwa Xenomorph adalah sosok alien paling menyeramkan yang pernah ada. Kecepatan dan kekuatan yang luar biasa, mampu bersembunyi di kegelapan, dan darahnya yang berwujud cairan asam yang mampu melelehkan besi benar-benar menjadi teror yang sangat sempurna untuk sebuah game horror. Dan semua itu diekseskusi dengan baik oleh SEGA lewat game Alien: Isolation. Di game ini player berperan sebagai Amanda Ripley, yang bermaksud mencari ibunya, Ellen, dengan menyelidiki bangkai kapal Nostromo. Settingnya 15 tahun setelah even dari film Alien (1978). Gameplaynya mirip dengan Amnesia, dimana stealth dan lari merupakan syarat untuk bertahan hidup. Musuh utama di game ini adalah Xenomorph itu sendiri yang sangat cerdas dalam memburu sang player. Dia sangat sensitif terhadap bau dan suara sekecil apapun. Bahkan dia mampu mempelajari dimana sang player bersembunyi. Sialnya lagi, si Amanda tidak dibekali persenjataan memadai untuk melawan balik. Dia hanya membawa detector dan pistol kecil yang tidak berguna untuk melawan sang alien. Ketahuan sama si alien? bersiaplah mengulang dari save point terakhir.


Quote: Amnesia: A Machine for Pigs (2013)

Membicarakan game horor nggak lengkap tanpa membicarakan Amnesia. Amnesia: A Machine for Pigs merupakan sequel langsung dari Amnesia the Dark Descent yang dirilis tahun 2010. Bagi penggemar game Amnesia mungkin akan sedikit kecewa dengan beberapa perubahan yang dilakukan sang developer The Chinese Room dan Frictional Games. Plotnya mengambil setting 60 tahun setelah kejadian Amnesia pertama, menceritakan seorang pengusaha kaya bernama Oswald Mandus, yang terkena demam dan terus mendengar panggilan anak lelakinya dan berusaha mencarinya. Perubahan yang paling mencolok adalah tidak adanya sistim inventori, dan health regenerate setelah beberapa saat. Tetapi tingkat ketegangan tetap dipertahankan, kali ini dengan layout yang sebagian besar berada di outdoor. Seperti halnya Amnesia seri pertama, player hanya dipersenjatai dengan sebuah lentera tanpa ada senjata sama sekali. Lentera akan menarik perhatian Manpig, sang musuh utama untuk memburu sang player. Bersembunyi atau lari merupakan satu-satunya pilihan agar selamat.


Quote: Slender The Arrival (2012)

Game yang dikembangkan oleh Blue Isle Studios ini ,diangkat dari urban legend Slenderman, sosok hantu lelaki botak tanpa wajah, bertubuh sangat jangkung dan berpakaian tuxedo. Sebenarnya game ini merupakan sequel dari Slender The Eight Pages (2012) yang merupakan game freeware keluaran Parsec Studios. Bercerita tentang seorang gadis bernama Lauren yang bermaksud mencari temanya, Kate yang menghilang secara misterius. Sudah bisa ditebak, selama petualangannya Lauren diteror oleh si Slenderman. Yang menyeramkan, sosok Slenderman selalu muncul tanpa diduga sama sekali, dan kita hanya dipersenjatai senter untuk penerangan tanpa senjata untuk melawan balik. Lari adalah satu-satunya opsi bila bertemu dengannya. Bahkan berlaripun belum menjamin kita aman, karena si Slenderman bisa saja berteleport langsung ke depan wajah kita. Layar akan berubah menjadi kabur dan mengalami distorsi bila kita melihat Slenderman dan game tidak bisa dipause sebelum kita lepas darinya. Seram dah!!


Quote: Five Night at Freddy's 3 (2015)

Merupakan sequel ke 3 dari game horor point and click buatan Scott Cawthon. Plotnya menceritakan kejadian 30 tahun setelah tragedi di Freddy Fazbear's Pizza. Gameplay masih mempertahankan dua seri sebelumnya yaitu player akan berperan sebagai penjaga malam yang bertugas selama 5 hari dari jam 12 malam sampai jam 5 pagi. Player harus mempertahankan diri dari serangan boneka animatronik, dengan cara mengecek pergerakan sang boneka melalui kamera CCTV dan menutup pintu dan ventilasi di saat yang tepat agar sang boneka tidak bisa masuk ke ruangan. Berbeda dari dua seri sebelumnya, di seri ini boneka animatroniknya hanyalah si Freddy, sedangkan karakter lain seperti Chica dan Foxy akan muncul dengan bentuk semacam halusinasi (hantu?) yang tidak dapat melukai ataupun membunuh sang player. Nilai jual utama game ini adalah jumpscare, yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, karena si Freddy dkk bisa tiba-tiba nongol di depan layar jika player lengah. Jangan mainkan game ini jika ente punya riwayat penyakit jantung.(serius!!).


Quote: The Evil Within (2014)

Masih ingat dengan Shinji Mikami? Yup, dialah yang berada di balik kesuksesan franchise Resident Evil. Bisa dibilang Shinji adalah Hideo Kojima-nya Resident Evil. Setelah keluar dari Capcom, bersama Tango Gameworks, Shinji merilis sebuah game survival horor berjudul The Evil Within dengan format 3rd person. Plotnya menceritakan seorang detektif swasta bernama Sebastian Castellanos yang berusaha menyelidiki pembantaian di RSJ Beacon. Game ini menawarkan tingkat kesulitan yang sangat tinggi dengan sangat terbatasnya health dan amunisi tetapi dengan jumlah musuh yang berjibun. Bahkan beberapa level terlihat sangat mustahil diselesaikan. Kematian, darah dan gore benar-benar diobral di game ini. Yang paling menyeramkan dari game ini? Saat kita melawan wanita mirip kuntilanak berbentuk laba-laba yang teriakannya benar-benar mengerikan, yang cara membunuhnya hanyalah dengan cara menjebaknya di ruang pembakaran / kremasi.


Quote: Dead Space 2 (2011)

Dead Space 2 adalah seri kedua dari trilogi game 3rd person Dead Space yang dikembangkan oleh Visceral Games. Diantara ketiga seri, bisa dibilang seri kedua adalah yang paling menyeramkan. Kehadiran Necromorph yang semakin beragam, dengan kemunculan yang tiba-tiba dengan teriakannya yang mengerikan yang mampu membuat gamer kaget dan melempar mouse seketika. Bahkan dengan setting tempat yang gelap dan sangat gelap, membuat kengerian game ini semakin menjadi-jadi. Plotnya sendiri menceritakan 3 tahun setelah Dead Space pertama, dengan mengambil setting di sebuah koloni yang bernama Sprawl, yang berada di Titan, bulan terbesar Saturnus. Awal game pun sudah sangat mengerikan, dimana si Clarke terbangun dengan posisi terikat dan tiba-tiba diserbu oleh puluhan Necromorph. Tanpa Plasma Cutter dan harus berhadapan dengan puluhan Necromorph bahkan diawal-awal game? Benar-benar gila!!


Quote: Oke, itu tadi beberapa game horror yang gue rasa cukup bisa membuat jantung copot. Sebetulnya masih ada beberapa lagi, cuma karena gue udah pegel mengetik, nanti gue update lagi . Yang penting ente menikmatinya dengan metode yang sudah gue sarankan diatas, dijamin ente bakal mimpi buruk sepanjang malam.


Kalo ada temen-temen yang mau menambahkan, dengan senang hati gue masukkan pejwan. Maaf buat fans Resident Evil sama Silent Hill, kedua game tersebut tidak masuk list karena menurut gue kagak serem sama sekali. Mohon maaf kalau ada kekeliruan ya.


Quote: Sumber:
katalog game database (otak gue) (sumpah!!)
memainkan game yang bersangkutan (bener!!)
sedikit bantuan referensi Wikipedia




SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Daftar isi